20 Orang Tewas dan 26 Luka-Luka dalam Aksi Penembakan di Texas

 

Matamatanews.com, TEXAS—Sedikitnya 20 orang dinyatakan tewas dan 26 lainnya mengalami luka-luka dalam insiden penembakan massal    di pusat perbelanjaan Walmart di El Paso  , Texas pada Sabtu (03/8/2019) lalu).

Gubernur Texas, Greg Abbott, menggambarkan apa yang terjadi sebagai "salah satu hari paling berdarah dalam sejarah Texas."Insiden itu terjadi di salah satu cabang rantai toko Walmart di dekat pusat komersial Silo Vista, beberapa mil dari perbatasan AS-Meksiko.

Pihak berwenang berhasil menangkap satu tersangka, berusia 21, yang diyakini sebagai satu-satunya pelaku yang terlibat dalam penembakan.Media AS melaporkan bahwa nama tersangka adalah Patrick Crocius, seorang penduduk Dallas sekitar 650 mil di sebelah timur El Paso.

Media AS menyiarkan rekaman kamera pengintai yang disebutkan milik pria bersenjata itu, memperlihatkan seorang pria dengan kemeja gelap dan earphone menggandeng senapan serbu.Meski pencarian terhadap kemungkinan adanya pelaku lainnya yang berhasil melarikan diri, namu pihak kepolisian telah mengumumkan sutuasi aman.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa serangan itu merupakan tindakan "pengecut."

"Saya mendukung semua orang di negara ini untuk mengutuk tindakan kebencian yang terjadi hari ini," katanya di Twitter, "Tidak ada alasan atau argumen yang membenarkan pembunuhan orang-orang tak bersalah."

Kepala polisi El Paso, Greg Allen, mengatakan laporan penembakan pria bersenjata mereka terima pada pukul 10:39 pagi waktu setempat (16:39 GMT). Petugas polisi langsung tiba di lokasi dalam waktu enam menit.

Saat kejadian berlangsung, toko sedang penuh dengan pembeli, orang berbondong-bondong membeli perlengkapan sekolah.Polisi berhasil membekuk pelaku tanpa terlibat baku tembak.

"Kami memperlakukan (penembakan di El Paso) sebagai kasus teroris domestik, ada definisi hukum tentang terorisme domestik....ini sesuai dengan itu. Tampaknya dirancang untuk mengintimidasi penduduk sipil," kata Jaksa Amerika Serikat (AS) untuk Distrik Barat Texas John Bash dalam konferensi pers, hari Minggu waktu setempat.

"Kita akan melakukan apa yang kita lakukan untuk teroris di negara ini, yaitu untuk memberikan keadilan yang cepat dan tertentu," ujarnya, seperti dikutip Russia Today, Senin (5/8/2019).

Patrick Crusius dilaporkan bersedia bekerja sama dalam penyelidikan. Kepala Polisi El Paso, Greg Allen, mengatakan Crusius diyakini telah membeli senjata api secara legal yang digunakan untuk serangan. (bar)
 

redaksi

No comment

Leave a Response