Akhir Oktober Malaysia Naikkan Harga Rokok

 

Matamatanews.com, KUALA LUMPUR Menteri Kesehatan Malaysia, Dzulkefly Ahmad, menyatakan negara itu akan menaikkan harga rokok pada akhir bulan ini. Menurutnya, harga produk tembakau termasuk rokok harus dinaikkan karena peningkatan pajak di bawah Peraturan 8A mengenai Aturan Pengendalian Pendapatan Tembakau tahun 2004.

“Penerapan terbaru dari Pajak Penjualan dan Jasa ini akan menyebabkan harga dari semua jenis produk tembakau, termasuk rokok, akan dinaikkan,” kata Dzulkefly, Selasa (16/10).

Dzulkefly menambahkan seorang anggota parlemen menjadi salah satu dari delapan orang yang didenda karena merokok di gedung parlemen Senin (15/10) atau pada hari pertama pemberlakuan gedung parlemen sebagai zona bebas rokok.

Dzulkefly juga mengumumkan Malaysia akan menaikkan batas umur minimal untuk pembelian alkohol dari umur 21 tahun menjadi 16 tahun. Aturan itu akan segera diefektifkan.

Para penjual alkohol juga akan diminta untuk memberikan tanda bahwa alkohol bisa merusak kesehatan dan memisahkan minuman beralkohol dari makanan atau minuman lainnya. Dzulkefly mengatakan aturan yang sama juga harus diterapkan oleh para penyelenggara di festival Oktoberfest.

Sebelumnya, sejak 1 September 2018, perusahaan rokok JT International Bhd (JTI Malaysia) dan British American Tobacco menaikkan harga rokok mereka karena peningkatan Pajak Penjualan dan Jasa.

Pengenaan pajak tersebut, yaitu 10 %untuk produk-produk tembakau di Malaysia, diterjemahkan dengan peningkatan harga rokok. Harga rokok di Malaysia tidak akan diturunkan karena Kementerian Kesehatan negara itu tidak ingin mendorong lebih banyak orang untuk merokok. [Bernama/The Star/SP/s)

sam

No comment

Leave a Response