Akhirnya Endang Hadrian Menangkan Perkara Sengketa Lahan

 

Matamatanews.com, JAKARTA—Perjuangan Endang Hadrian,SH,MH sejak tahun 2004 selaku Kuasa Hukum PT.JRP ( PT Jaya Real Property) untuk menangani sengketa lahan di atas tanah seluas 6.689 meter persegi di jalan AMD Raya, RT 003/RW 001 Kelurahan Pondok Kacang Barat, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan,Banten akhirnya berhasil juga.

Sengketa lahan antara PT JRP melawan Ahli Waris D.L. Sitorus memang bukan pekerjaan mudah, apalagi diatas tanah tersebut selain diduduki  Ahli waris juga terdapat bangunan liar semi permanen yang dijaga sejumlah oknum dengan cara melawan hukum. Namun, pagi kemarin, Rabu 7 Maret 2018, lahan yang diduduki Ahli Waris D.L.Sitorus telah dieksekusi oleh Pengadilan Negeri Tangerang di bantu tim gabungan dari aparat kepolisian, Satpol PP, Kodim,Brimob, dan Muspida untuk menjaga pelaksanaan eksekusi.

Sebagai Kuasa Hukum PT Jaya Real Property,pengacara yang  biasa dipanggil Endang ini mengaku puas. Ia mengatakan bahwa eksekusi paksa itu memang harus dilakukan karena putusan pengadilannya telah berkekuatan hukum tetap, selain itu juga untuk memastikan bahwa kliennya mendapatkan hak dan penguasaan sepenuhnya atas tanah miliknya yang telah diduduki secara melawan hukum oleh Ahli Waris D.L.Sitorus.

Diceritakan Endang, bahwa kliennya telah memenangkan perkara dimulaidari Pengadilan Negeri Tangerang hingga tingkat Peninjau Kembali (PK) di Mahkamah Agung (MA), adapun yang sudah diputuskan Pengadilan Negeri Tangerang, bukan merupakan milik karena hanya mengambil alih dari penggarap tanah.

“ Kami bersyukur proses pelaksanaan esksekusi  berjalan lancar tanpa ada hambatan dari oknum-oknum tertentu  yang akan menghalang-halangi proses penegakan hukum,” kata pengacara yang pernah memenangkan gugatan di Pilkada Tangerang Selatan di Mahkamah Konstitusi (MK) melawan  tergugat Airin pada 2010 lalu sebagai Kuasa Hukum pasangan calon Arsid dan Andre Taulany kepada Matamatanews.com.

Endang menceritakan bahwa eksekusi hanya sekedar melaksanakan Amar Putusan PK N0.785 PK/PDT/2016 tanggal 27 Februari 2017 dan putusan Kasasi N0.99 K/Pdt/2010 tanggal 12 Mei 2010 Jo. Putusan PT Banten N0.57/PDT/2009/PT.BTN tanggal 09 Juli 2009 Jo. Putusan PN. Tangerang N0.144/PDT.G/2008/PN.Tangerang tanggal 27 November 2008.

Merujuk dari putusan tersebut diatas , maka otomatis PT Jaya Real Property,Tbk (PT JRP) dinyatakan sebagai pemilik tanah yang sah seluas 6.689 meter persegi  yang terletak di Kelurahan Pondok Kacang Barat, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten.

Kemenangan Endang Hadrian, SH,MH dalam menangani sengketa lahan melawan Ahli Waris D.L. Sitorus menambah daftar keberhasilan yang diperoleh  putra asli Betawi yang juga merangkap sebagai dosen Universitas Bhayangkara ini. Dalam dunia hukum bagi Endang bukan hal yang baru, jauh sebelumnya ia juga telah banyak menangani perkara maupun  gugatan, sebut saja kasus gugatan di Pilkada Tangerang Selatan di Mahkamah Konstitusi (MK) melawan tergugat  Airin Rachmi Diany, S.H., M.H., M.kn kelahiran Banjar 28 Oktober 1976 sebagai Kuasa Hukum pasangan Arsid dan Andre Taulany.

“ Kami bersyukur proses pelaksanaan eksekusi berjalan lancar tanpa hambatan dari para oknum tertentu yang akan menghalang-halangi proses penegakan hukum,” tandas pengacara yang pernah memenangkan gugatan pembatalan 26 sertifikat sekaligus yang di terbitkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Cilegon ,Banten di satu lokasi yang sama beberapa waktu lalu.

Meski kemarin pelaksanaan eksekusi berjalan lancar dan tersedia sejumlah alat berat untuk membantu pembongkaran dan pengosongan, seperti mobil damkar hingga ambulan mengingat di atas tanah tersebut masih diduduki Ahli Waris D.L. Sitorus, namun kesemuanya tidak digunakan.

Dan Ahli waris D.L.Sitorus yang selama ini mengaku memilik lahan dengan cara memperoleh Hak Garap dan menduduki lahan serta membangun bangunan liar semi permanen dengan menempatkan para oknum untuk menjaga lahan dengan cara melawan hukum, pada akhirnya harus keluar dari lahan tersebut dan membiarkan Pengadilan Negeri Tangerang melaksanakan eksekusi sesuai amanat Undang-Undang yang berlaku. (icam)

 

sam

No comment

Leave a Response