Akhirnya Kuburan Massal Itu Menjadi Kenyataan di Raqqa, Suriah

 

Matamatanews.com, QAMISHLI, SURIAH—Desas-desus keberadaan kuburan massal di Raqqa, Suriah sebenarnya telah berhembus kencang sejak tahun 2017 lalu ketika Pasukan Demokrat yang didukung Amerika Serikat melakukan pengusiran besar-besar terhadap para jihadis pada Oktober lalu. Dan Sabtu 21 April 2018 kemarin, puluhan mayat, termasuk jihadis dan warga sipil ditemukan di kuburan massal bekas markas kelompok ISIS (Daesh) di Raqqa, Suriah. Temuan  puluhan jenazah tersebut bukan saja mengagetkan banyak pihak, tapi juga kian membuktikan bahwa rezim Suriah melakukan berbagai cara demi memenangkan peperangan meski harus mengorbankan warga sipil.

Bekas "ibu kota" de facto kelompok di Suriah utara, Raqqa menjadi saksi para jihadis diusir oleh Pasukan Demokrat Suriah yang didukung AS pada bulan Oktober 2017 silam.Seperti dikutip Arab News dari laporan AFP, pejabat senior dari Dewan Sipil Raqqa, Abdallah Al-Eriane menyebutkan sedikitnya ada 50 mayat ditemukan di kuburan massal yang mampu menampung 200 mayat itu.

Kuburan massal itu terletak di bawah lapangan sepakbola, dekat rumah sakit tempat para jihadis menggali sebelum diusir dari kota tersebut.

“Itu rupanya satu-satunya tempat yang tersedia untuk pemakaman, yang dilakukan dengan tergesa-gesa. Para jihadis bersembunyi di rumah sakit, ”kata pejabat itu.Ia menambahkan bahwa beberapa jasad ditandai dengan nama alias jihadis, sedangkan warga sipil hanya diberi tanda nama awal mereka.

Dalam beberapa bulan terakhir, Suriah dan Irak telah menemukan kuburan massal di daerah-daerah yang sebelumnya didiami oleh para jihadis. Pasukan Suriah menemukan kuburan massal berisi sisa-sisa lebih dari 30 orang yang dibunuh oleh ISIS di provinsi Raqqa pada bulan Februari lalu. Ini mengikuti dua temuan serupa lainnya oleh tentara Suriah.

Pasukan Suriah mengungkap sebuah kuburan massal berisi sisa-sisa lebih dari 30 orang yang dibunuh oleh ISIS di provinsi Raqqa pada Februari. Ini menyusul dua temuan serupa lainnya oleh tentara Suriah. Kelompok ISIS yang memproklamasikan "kekhalifahan" atas wilayah Suriah dan Irak pada 2014, kini telah kehilangan hampir semua tanah yang pernah mereka kuasai. Mereka harus bertanggungjawab atas beberapa kekejaman selama masa pemerintahan penuh terornya, termasuk eksekusi massal dan pemenggalan kepala. (cam/ arab news/ afp)

 

 

sam

No comment

Leave a Response