Artileri Turki Tembaki Konvoi Pasukan Syi'ah Pro Rezim Suriah

 

Matamatanews.com, ANKARA—Pasukan pro rezim Suriah yang mencoba memasuki wilayah Afrin akhirnya berbalik arah setelah ditembaki artileri militer Turki pada Selasa sore (20/2/2018) kemarin. Seperti dilansir Reuters, pasukan pro rezim Suriah itu bermaksud membantu pasukan YPG Kurdi yang tengah melawan agresi  Turki di wilayah Afrin, namun niat itu akhirnya gagal.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa konvoi pro Suriah yang memasuki wilayah Afrin sekitar 20 kendaraan dan kesemuanya merupakan pasukan Syi’ah independen , bukan atas nama pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad. Erdogan menganggap konvoi pasukan Syi’ah tersebut merupakan pasukan ’teroris’.

Jauh sebelumnya, kata Erdogan ia telah mengadakan kesepakatan terkait masalah itu dengan   Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Iran Hassan Rouhani. Kelompok Syi’ah itu kata Erogan akan membayar mahal jika nekat membantu pasukan YPG Kurdi yang sedang diperangi militer Turki di Afrin.

Seperti diketahui militer Turki sedang melancarkan operasi darat lintas-perbatasan guna memerangi anggota milisi Kurdi Suriah, dengan sasaran anasir YPG di daerah kantung Suku Kurdi. YPG adalah sayap militer PYD, kelompok di Suriah Utara yang pandang oleh Ankara sebagai ‘kelompok teror’ karena hubungannya dengan kelompok terlarang Partai Pekerja Kurdistan.

Seperti dilaporkan Reuters, Rabu (21/2/2018) dalam sebuah konfrensi pers,  Erdogan menyatakan bahwa langkah yang diambil organisasi teror tersebut merupakan langkah yang salah. “Sayangnya, organisasi teror semacam ini mengambil langkah yang salah dengan keputusan yang mereka ambil. Tidak mungkin kita mengizinkan ini, mereka akan membayar mahal,” kata Erdogan.

Seperti tidak mau kehilangan muka, pemerintah Suriah menyiarkan seluruh aktivitas konvoi yang berlangsung pada Selasa sore kemarin di berbagai saluran televisi miliknya seakan langkah yang dilakukan pasukan Syi’ah yang memasuki wilayah Afrin merupakan tindakan tepat.

”Pemerintah Suriah telah menanggapi seruan tugas tersebut dan mengirim pasukan militer pada hari ini untuk ditempatkan di sepanjang perbatasan dan berperan dalam mempertahankan kesatuan wilayah dan perbatasan Suriah,” kata juru bicara YPG Kurdi, Nouri Mahmoud.

Konvoi 20 kendaraan dengan mesin berat tersebut masuk ke Afrin dari Desa Nubul. Puluhan orang bersenjata melambai-lambaikan bendera Suriah dan meneriakkan slogan-slogan pro-pemerintah.

Direktur Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, Rami Abdel Rahman, juga mengonfirmasi kedatangan pasukan pro-pemerintah Suriah ke Afrin. Dia bahkan menyebut jumlah pasukan tersebut mencapai ratusan orang. ”Ratusan petempur memasuki wilayah Afrin pada Selasa sore,” katanya. (cam/reuters/snd/berbagai sumber)

 

sam

No comment

Leave a Response