Bahaya, Sebelas Ribu Blanko Kosong Passpor Suriah Dicuri ISIS

 

Matamatanews.com,BERLIN— Otoritas Jerman meyakini teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) telah mencuri lebih dari 11.000 blanko kosong paspor Suriah. Informasi itu diungkap surat kabar Bild am Sonntag dari dokumen rahasia pada Minggu (10/9).

Penyelidik Jerman kini telah membuat daftar nomor urut paspor kosong. Surat kabar tersebut mengutip dokumen rahasia dari Kantor Polisi Pidana Federal Jerman (BKA), dan kementerian dalam negeri dan polisi federal negara bagian (BPOL).

"Menurut informasi BKA, ada 11.100 paspor kosong Suriah di tangan ISIS [Negara Islam, juga dikenal sebagai ISIS / ISIL]," bunyi dokumen dari kementerian dalam negeri Jerman.

Bild am Sonntag melaporkan, secara total, 18.002 paspor Suriah kosong dicuri dari pemerintah Suriah. Seorang pejabat BKA mengatakan organisasi teroris menggunakan kesempatan untuk menyusupkan penyerang ISIS yang potensial ke Eropa tanpa terdeteksi.

“Paspor palsu atau yang rusak juga banyak digunakan untuk masuk secara ilegal tanpa motif lebih jauh seperti melakukan serangan teroris," tambah pejabat tersebut.

Menurut dokumen yang dilihat oleh Bild, setidaknya 8.625 paspor yang diperiksa oleh otoritas migrasi Jerman pada tahun 2016 ternyata adalah paspor palsu.

"Kita berbicara tentang lebih banyak kasus! Pemegang paspor ini sekarang harus diperiksa dan akomodasi mereka harus dicari oleh polisi, "kata seorang penyidik Kantor Polisi Pidana Negara (LKA), badan penegak hukum independen, kepada surat kabar tersebut.

Laporan Bild muncul beberapa hari setelah majalah Der Spiegel, mengutip sumber-sumber di dalam dinas keamanan Jerman. Bild melaporkan beberapa puluh ekstremis Suriah terkait dengan kelompok teroris Front al-Nusra dan ISIS yang melakukan "pembantaian massal" warga sipil dan tawanan, telah mencari suaka di Jerman.

Sekitar 60 anggota kelompok militan Brigade Liwa Owais al-Korani atau Owais al-Korani dilaporkan telah tiba di Jerman sebagai pengungsi. Jerman memang sudah mengizinkan lebih dari satu juta pencari suaka sejak tahun 2015, saat Kanselir Jerman Angela Merkel memperkenalkan kebijakan pintu terbuka untuk warga yang melarikan diri dari perang di Afrika dan Timur Tengah.

Negara ini menerima lebih dari 740.000 aplikasi suaka pada tahun 2016, menurut data dari The Federal Office for Migration and Refugees (BAMF) yang diterbitkan oleh asylumineurope.org. Mayoritas pelamar, sejumlah 268.000 orang berasal dari Suriah, diikuti oleh Afghanistan (127.000 orang) dan Irak (97.000 orang).

Jerman telah menjadi korban serangkaian serangan teroris yang dilakukan oleh pengungsi dan diklaim ISIS. Pada Juli 2016, setidaknya 15 orang terluka setelah seorang pencari suaka asal Suriah yang ditolak, meledakkan dirinya di luar sebuah bar anggur dekat festival musik di kota Ansbach, Jerman.[icam/SP/RT/U-5]

 

sam

No comment

Leave a Response