Belanda Tuding Intelijen Iran Terlibat Dalam Pembunuhan di Negaranya

 

Matamatanews.com, AMSTERDAM—Menteri Luar Negeri Belanda, Stef Blok m menyatakan ada indikasi kuat bahwa dinas rahasia atau intelijen Iran terlibat dalam pembunuhan dua warga negara Belanda asal Iran di Almere pada 2015 silam dan di Den Haag pada tahun 2017 lalu.

Orang-orang tersebut seperti dikutip Al Arabiya pada Selasa (8/1/2019) kemarin, merupakan penetang rezim Iran.”Orang-orang ini adalah penentang reziom Iran.belanda menganggap kemungkinan bahwa Iran memiliki andil dalam persiapan atau penugasan pembunuhan dan serangan terhadap  wilayah Uni Eropa (UE),” kata Menteri Luar Negeri Belanda, Stef Blok.

Uni Eropa sendiri kabarnya setuju atas rekomendasi Belanda untuk menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran.Terkait sanksi, sebelumnya, Menteri Luar Negeri Denmark, Anders Samuelsen menyatakan, sanksi ini adalah sinyal yang jelas kepada Iran, bahwa UE tidak akan menerima perilaku semacam itu di tanah Eropa.

Sanksi ini diketahui berupa pembekuan aset badan intelijen Iran dan dua orang pejabat Iran. Sanksi ini datang setelah Denmark mengatakan tahun lalu pihaknya mencurigai badan intelijen pemerintah Iran melakukan plot pembunuhan di tanahnya.

Sebelumnya polisi Belanda menyebut bahwa kedua korban itu adalah Ali Motamed,56, yang terbunuh di pusat kota Almere pada 2015, dan Ahmad Molla Nissi,52, terbunuh di Den Haag pada 2017.Akibat insiden pembunuhan tersebut, Juni lalu, Belanda mengusir dua diplomat Iran hingga Teheran melakukan protes atas pengusiran tersebut yang disebutnya sebagai “langkah tidak ramah dan destruktif’ dan mengancam akan membalasnya.

Kedua pejabat  Iran yang dikenai sanksi adalahWakil Menteri sekaligus Direkturt Jenderal Intelijen Iran, Hashemi Moghadam dan seorang diplomat Iran yang bertugas di Wina, Swiss, Assadollah Asadi.(s)

 

sam

No comment

Leave a Response