Berdalih Belum Inkcracht, Nasib Warek I Usakti Jadi Bulan-Bulanan

 

Matamatanews.com, JAKARTA—Meski gugatannya sebagai Wakil Rektor  I (Warek I) Universitas Trisakti (Usakti), Prof.Yuswar Zainul Basri, Ak,MBA yang diberhentikan secara sepihak oleh Menteri Riset Tekhnologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) dengan SK.Menristek Dikti Nomor.458/M/KPT.KP/2017 tanggal 3 November 2018 lalu telah dikabulkan hakim , namun putusan tersebut hingga kini belum dijalankan sesuai amar putusan. Berdalih belum inkracht , maka amar putusan belum bisa dilaksanakan.

Universitas yang bertengger mentereng di Jalan  Kyai Tapa, Grogol, Jakarta Pusat , yang setiap tahunnya mampu menyedot mahasiswa baru sedikitnya 4.000 orang itu rupanya masih bisa berkelit untuk tidak menggubris amar putusan Pengadilan Tata Usaha  Negara (PTTUN) yang dibacakan  Majelis Hakim Nelvi Christin.

“Mengabulkan gugatan penggugat sebagian. Menyatakan batal dan mewajibkan kepada tergugat untuk mencabut keputusan tergugat berupa surat Keputusan Menteri Riset, Tekhnologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 458/M/KPT.KP/2017 tanggal 3 November 2017 tentang pemberhentian wakil rektor dan pengangkatan Pelaksana Tugas wakil Rektor pada Universitas Trisakti sepanjang mengenai pemberhentian dengan hormat penggugat dari jabatan Wakil Rektor I Universitas Trisakti dan pengangkatan Prof.Ir. Asri Nugrahanti, M.S, Ph.D, sebagai Pelaksana Tugas Wakil Rektor I Universitas Trisakti,” kata Ketua Mejelis Hakim Nelvy Christin saat membacakan amar putusan di PTUN, Senin 7 Mei 2018 silam.

“Dengan diterimanya gugatan tersebut, artinya amar putusan itu harus dilaksanakan bukan sebaliknya berdalih bahwa putusan belum inkracht dan proses hukum masih berjalan.Persoalan sedang berproses itu silakan saja, tetapi sebuah putusan lainnya juga harus dijalankan,seperti mengembalikan nama baik dan jabatannya seperti semula sebagai wakil rektor  I  dilakukan. Dalih bahwa putusan belum inkrah dan proses hukum masih berjalan sangat kekanak-kanakkan, kurang bisa diterima akal sehat,” ujar pengamat dunia Islam dan Ketua Lembaga Ekonomi Islam (LEI), Imbang Jaya kepada Matamatanews.com, Ahad (30/12/2018) kemarin di bilangan Sawangan Depok, Jawa Barat.

Dengan adanya putusan tersebut menurut Imbang, pemberhentian Warek I Universitas Trisakti oleh Menristek Dikti terhadap Prof.Yuswar Zainul Basri,Ak.MBA melanggar hukum. Meski jabatannya sebagai Wakil Rektor I Universitas Trisakti hingga kini belum dipulihkan, namun Yuswar tetap menerima dengan lapang dada dan menjalani kesehariannya sebagai pendidik seperti sediakala. Ia mengaku prihatin dengan perubahan kampus pasca dirinya diberhentikan secara sepihak oleh SK.menristek Dikti tersebut, padahal Pengadilan Tinggi Tata usaha Negara (PTTUN) Jakarta Timur telah memenangkan gugatannya.

“Saya bersyukur, dengan adanya putusan tersebut sehingga nama baik saya bisa dipulihkan, dan saya telah mengabdi puluhan tahun di Trisakti sehingga kini bisa pensiun dengan tenang.Tapi alangkah bijaknya bila putusan pengadilan tersebut juga dijalankan sesuai amar putusan,’ kata Yuswar,kalem, yang ditemui pada Sabtu (29/12/2018) lalu dikawasan Bekasi, Jawa Barat.

“Bunyi isi putusan itu kan jelas menyatakan batal dan mewajibkan kepada tergugat untuk mencabut keputusan berupa surat Keputusan Menteri Riset, Tekhnologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, jadi apalagi pertimbangannya? Dan keputusan itu  menjadi momen penting bagi dunia pendidikan kita, terutama bagi perguruan tinggi swasta  bahwa  pemberhentian seorang wakil rektor maupun dosen tidak bisa gegabah dan  harus melalui mekanisme dan aturan yang biasa berlaku di perguruan tinggi,” jelas Imbang.

“Dengan dikembalikannya jabatan tersebut ke Warek I ,maka publik akan melihat terutama kalangan perguruan tinggi di Indonesia bahwa Universitas Trisakti memiliki profesionalisme  yang tinggi dan taat hukum. Tetapi bila kenyataannya hingga kini posisi Warek I  belum dikembalikan ke porsi jabatan awalnya bahkan  berdalih belum inkracht, maka hal itu sangat disayangkan dan seakan menantang putusan TUN,” imbuh Imbang dengan  nada heran.

“ Artinya, kalau  perguruan tinggi swasta sekelas Trisakti saja bisa diperlakukan seperti itu, tidak menutup kemungkinan perguruan tinggi lainnya bisa diperlakukan hal yang sama . Dan seharusnya putusan PTUN itu diimplementasikan secepatnya  agar nama baik yang bersangkutan segera dipulihkan, bukan sebaliknya menunggu dan menunggu,” papar Imbang. Akankah nasib  Prof.Yuswar Zainul Basri, Ak.MBA yang diberhentikan secara sepihak oleh SK.Menristek Dikti dikembalikan jabatannya sebagai Wakil Rektor I Usakti seperti sediakala, dan masihkah keadilan menyapa dan berpihak kepada dirinya? Entahlah, hanya Tuhan dan mereka yang tahu.(cam)

sam

No comment

Leave a Response