AS Berencana Gelar Operasi Kebebasan Navigasi Di Laut China Selatan

 

Matamatanews.com, AMERIKA SERIKAT – Di tengah ketegangan antara Amerika Serikat dengan Korea Utara yang semakin memanas terkait program pengembangan senjata nuklir meski telah dijatuhi sangsi oleh PBB. AS berencana gelar operasi kebebasan navigasi di Laut Cina Selatan.

Admiral Harry Harris, Komandan militer Amerika Serikat di Asia Pasifik menyatakan pihaknya kemungkinan besar akan melaksanakan kembali operasi kebebasan navigasi di Laut China Selatan dalam waktu dekat.

“Saya menerima arahan dan petunjuk dari menteri pertahanan serta otoritas komando nasional dalam pelaksanaan operasi itu. Saya pikir kami akan melakukannya dalam waktu dekat,” ungkapnya, Rabu (26/04/2017).

Namun, menurut laporan yang dirilis Reuters, Harris tidak menjelaskan lebih jauh mengenai kemungkinan tersebut. Saat ini, armada AS disibukkan dengan ancaman nuklir di Semenanjung Korea.

Sementara, konflik AS dan Korut semakin memanas, belum lama ini kapal perang Rusia Varyag pun berlabuh di Manila, Filipina. Filipina ialah salah satu negara yang mengklaim sebagian dari perairan sengketa itu. Varyag datang bersama kapal tanker pembawa bahan bakar Pechenge dan dijadwalkan berlabuh selama empat hari di Manila.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyambut bahagia kedatangan Varyag dan menyebut tujuan kapal perang tersebut adalah latihan militer bersama angkatan laut Filipina. (Adith/Berbagai Sumber)

sam

No comment

Leave a Response