Biro Matamatanews Barlingmascakeb Mulai Berbenah

 

Matamatanews.com, JAKARTA—Dalam upaya meningkatkan kualitas dan kinerja para wartawannya di lapangan, Biro Matamatanews.com Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen (Barlingmascakeb) mulai melakukan pembenahan, terutama dilingkaran redaksionalnya, dari Wakil Kepala Biro, Koordinator Pemberitaan, Editor Pemberitaan, Wartawan dan Reporter.

Untuk Koordinator Pemberitaan yang awalnya dipegang Sugeng Triono kini dipimpin Hilman Jumena, sedangkan Kepala Editor Pemberitaan ,yakni Purwanto, adapun wartawan lapangan terdiri dari Usiana Tri Rakhmadi, Sugeng Triono, Sumitro, Wisnu Chahya FA, dan Riyanto. Sementara selaku Wakil Kepala Biro masih dipegang Hendro Budianto.

Kesemua nama tersebut merupakan wartawan yang memiliki lingkup kerja di wilayah Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen, Provinsi Jawa Tengah. Disebutkan Kepala Biro Barlingmascakeb, Urip Budi S, bahwa perubahan nama dan posisi itu dalam upaya meningkatkan kreativitas kerja jurnalistik di wilayah Barlingmascakeb, terutama di Jawa Tengah.

“Kami ingin adanya penyegaran ditubuh biro ini sehingga tercipta kinerja yang lebih baik dan terjalin sesama wartawan yang ada, disamping itu kami mulai melakukan selektivitas berita kepada seluruh wartawan maupun  reporter yang ada untuk tidak terjebak memuat berita yang sifatnya hoax maupun asalan dan memiliki kepentingan terselubung,” jelas Kepala Biro Barlingmascakeb, Urip Budi Santosa, di kantornya, Arcawinangun, Purwokerto, Jawa Tengah.

“Kami ingin media ini sebagai penyambung lidah masyarakat untuk menginformasikan ketimpangan dan ketidakadilan yang dilakukan para oknum dilapangan terhadap masyarakat, baik itu terkait dengan masalah hukum, penyalahgunaan wewenang maupun tindak pidana korupsi. Selama memiliki data yang akurat dan bisa dipertanggung jawabkan, kami akan memuatnya sesuai aturan dan kaidah yang berlaku di dunia jurnalistik,” tambah  Urip, mengakhiri.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,seperti praktik wartawan tanpa surat kabar yang kerap mendatangi nara sumber yang berujung ‘pengutipan’, maka seluruh wartawan maupun reporter Matamatanews dilengkapi identitas berupa Kartu Pers. Bagi nara sumber yang merasa dirugikan atau dimintai imbalan atau sesuatu oleh wartawan maupun reporter yang mengaku dari media ini bisa melaporkan ke pihak yang berwajib atau ke redaksi pusat.

“Tapi bila informasi dan berita yang kami miliki adalah merupakan tindak korupsi yang merugikan masyarakat namun tidak ditindaklanjuti instansi maupun pihak berwenang dan kami memiliki bukti yang valid maka kami akan muatnya hingga kasus tersebut bisa ditindaklanjuti ke ranah hukum,” tegas Urip, mengakhiri. (cam)

sam

No comment

Leave a Response