Bupati Banyuasin Diduga Terjerat Kasus Pencucian Uang

 

Matamatanews.com,JAKARTA---Komisi Pemberantsan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan terhadap Bupati Banyuasin Sumatera Selatan Yan Anton Ferdian, di rumah dinasnya usai mengadakan acara selamatan menjelang keberangkatannya ke tanah suci Mekkah.

Nama Yan Anton mencuat di KPK pertama kali pada Oktober 2013, pada saat itu pengacara Alamsyah Hanafiah menuding Yan Anton melakukan suap terhadap Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar, untuk memuluskan jalan menjadi Bupati Banyuasin.

Sebagai Bupati, Yan Anton menggantikan Amiruddin Inoed, tidak lain  ayahnya sendiri menjadi Bupati Banyuasin selama dua periode. Yan Anton dilantik sebagai Bupati pada September 2013 oleh Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin. Yan Anton di tangkap dirumah dinasnya pada Minggu (4/9/2016), karena diduga menerima uang suap senilai Rp 1 miliar yang digunakan sebagai modal untuk pergi haji bersama istrinya, Vinita Citra karini.

Dari dalam rumah dinas itu KPK juga menangkap Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin, Umar Usman, beserta anak buahnya Sutaryo dan Kepala Rumah Tangga Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin, Rustami. Sebelumnya KPK juga berhasil menangkap Kirman, orang dekat Yan Anton yang diduga menjadi penadah uang suap.

Seluruh orang yang tertangkap dibawa ke Markas Kepolisian Sumatera Selatan untuk dimintai keterangan, termasuk Vinita dan Sekretaris Daerah Banyuasin, Firmansyah. Dalam waktu yang hampir bersamaan, KPK juga menangkap Direktur CV Putra Pratama, Zulfikar Muharrami, dikawasan Mangga Dua Jakarta. Ia ditangkap karena diduga ikut terlibat dalam kasus ini.

KPK berhasil menyita uang sebesar Rp 299 juta dan US$11 ribu dari tangan Yan Anton. Dari tangan Kirman KPK menyita bukti transfer biaya haji dari biro haji PT Turisina Buana (Tibi Tours). Awalnya KPK sudah mengamati Yan Anton pada 1 September lalu, ketika itu Yan Anton menerima kucuran uang Rp 299 juta,keesokan harinya ia menerima kembali uang sebesar US$ 11 ribu. Dihari berikutnya terjadi proses transfer senilai Rp 531 juta.

Setelah 24 jam dilakukan pemeriksaan, akhirnya KPK menetapkan Yan Anton dan anak buahnya sebagai tersangka dalam kasus pencucian uang. Kini mereka resmi menjadi tahanan KPK dan di tempatkan di Tahanan kelas 1. (Atep/tempo/berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response