Bupati Buton Maju Pilkada Meski Terjerat Kasus Korupsi

 

Matamatanews.com, KENDARI – Menjadi tersangka kasus korupsi tidak menghalangi langkah Bupati Buton Samsu Umar Abdul Samiun untuk kembali maju dalam pilkada 2017 mendatang. Umar menegaskan bahwa saat ini ia sedang memfokuskan diri menjalani proses pilkada Buton. Menurut Umar, semua haknya sebagai calon peserta pilkada akan tetap berlaku sampai para calon peserta pilkada diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 24 Oktober nanti.

Umar menambahkan, “Proses hukum biar berjalan saja dan harus saya hadapi, saat ini saya berfokus mengikuti proses pilkada”. Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menetapkan Umar Samiun sabagai tersangka kasus suap terhadap Akil Mochtar terkait pengurusan sengketa hasil pilkada Buton di Mahkamah Konstitusi. Saat sidang tindak pidana korupsi di Jakarta 4 Maret 2014, Umar mengaku telah mentransfer uang sebesar Rp 1 miliar ke CV Ratu Samagad, perusahaan milik istri Akil, Ratu Rita Akil.

Sementara itu, Komisioner Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Tenggara, Laode Abdul Natsir mengatakan pencalonan Umar dapat diterima meski sudah resmi menjadi tersangka. Sebab, selama belum ada keputusan hukum yang tetap, Umar belum kehilangan hak untuk menjadi calon kepala daerah. Abdul memastikan pilkada Buton akan tetap berlanjut meski dengan hanya satu pasangan calon yakni Samsu Umar Samiun dan La Bakri. Pasangan tersebut mendapat dukungan dari partai Golkar, Demokrat, PAN, PKB, PBB, Hanura, dan NasDem.

Jika pasangan Samsu Umar Samiun dan La Bakri terpilih, kemudian keluar keputusan yang menyatakan Umar menjadi terpidana maka permasalahan ini akan serupa dengan Minahasa Selatan. “Kejadian ini sama dengan kejadian di Minahasa Selatan, dimana Kepala daerah terpilih Minahasa Selatan dikeluarkan dari dalam penjara hanya untuk dilantik dan setelah pelantikan di masukan kembali ke dalam penjara”, lanjut Laode. (Atep/berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response