Carilah Kue Walau ke Daerah Sampit

 

Matamatanews.com,SAMPIT—Bagi penggemar kudapan dan kue khas daerah, rasanya tidak salah bila memilih daerah Sampit, Kalimantan Tengah sebagai pilihan lidah. Disini, atau tepatnya di kawasan Taman kota Sampit setiap bulan suci Ramadhan selalu digelar pasar wadai,yang menyajikan beragam kudapan ringan untuk berbuka puasa.Dan masih ditempat yang sama, pada (26/6/2016) lalu wajah kawasan Taman Kota Sampit menarik perhatian banyak orang,terutama warga sekitar dan umat Islam Sampit pada khususnya.Maklum,hari itu perhelatan pasar Wadai Ramadhan 1436 Hijriyah yang difasilitasi Pemkab Kotim Tengah diluncurkan di kawasan taman Kota , tepatnya di bangunan baru pusat pertokoan eks bioskop Mentaya, di seberang jalan lokasi Pasar Ramadhan tahun lalu.

Agar tidak terkesan tersentralisasi di Taman Kota, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur juga menggelar Pasar Kuliner Ramadhan di kecamatan Baamang ,tepatnya di jalan Hasan Mansyur dan di Ketapang jalan HM Arsyad. Berbagaia jenis kue,panganan dan masakan khas daerah dijual disini,dan sebagian besar di dominasi makanan khas bulan Ramadhan seperti wadai bingka.

Diakui seorang pedagang ,wadai bingka memang merupakan makanan makanan yang paling banyak dicari konsumen untuk berbuka puasa.”Wadai bingka memang paling banyak dicari untuk berbuka puasa.Selain enak,adanya pun hanya pada bulan suci ramadhan saja. Sedangkanharganya cukup bervariasi, tapi tetap dicari konsumen,”terang seorang pedagang di kawasan taman kota kepada Parlin Silitonga dan Yudi Fahrul dari Matamatanews.com. Satu wadai bingkai dibandrol dari Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu,bergantung besar dan kecilnya ukuran kue.

Meski mengusung tema Pasar Ramadhan sebagai bingkai utama ,bukan berarti pasar kuliner ini di dominasi pemburu makanan dari kalangan muslim semata,warga nonmuslimpun banyak jua yang berburu kuliner tradisional yang dijajakan pedagang di pasar ini.Tidak heran bila pasar Ramadhan ini dikenal sebagai pasar wadai atau kue yang selalu dipadati pembeli,terutama masyarakat muslim yang mencari makanan untuk berbuka puasa.

Meski Pemerintah  Kabupaten Kotawaringin Timur telah memberikan fasilitas yang layak bagi pedagang, namun sayang masih terdapat sejumlah pedagang yang memilih berjualan di pinggir jalan. Selain mengurangi omset padagang yang berada di dalam kios resmi,juga mengurangi wibawa Pemkab Kotim setempat sehingga terkesan tidak mampu menertibkan dan menyadarkan pedagang musiman tersebut untuk membaur .

Hal senada juga disampaikan Maryam (45),salah satu pedagang  resmi kuliner Ramadhan, ia berharap Pemkab Kotim berperan aktif untuk menertibkan pedagang musiman yang masih berada di pinggir jalan sehingga tidak merugikan pedagang yang berada di pusat kuliner. Rasanya sayang langkah Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur  yang bersemangat mengusung Pasar Ramadhan  sebagai simbol kearifan lokal dan keberagaman ini,tidak dibarengi dengan tindakan preventif berupa perlindungan kepada padagang resmi. Sehingga wajah Pasar Ramadhan yang menyajikan beragam kuliner tradisonal daerah lokal,terutama Sampit masih diwarnai pedagang musiman dipinggir jalan sehingga potret  promosi wajah wisata Sampit sedikit terkotori bahkan terkesan adanya pembiaran. (Parlin Silitonga/Yudi Fahrul/Samar)

sam

No comment

Leave a Response