Hukum

share

  Matamatanews.com, MUBA—Meski berbagai upaya telah dilakukan,tanah seluas 33 hektar milik Muhammad Nuh (Alm) di desa  Sumber Rezeki B1 Kecamatan Penakatinggi Musibanyuasin (Muba) Sumatera Selatan (Sumsel) yang diduga dicaplok PT SNS, hinggi kini belum titik terang penyelesaian.

share

  Matamatanews.com, JAKARTA—Kisah tak sedap ini bermula dari Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara (Sulut) tahun 2018 lalu.Sebenarnya ketika dr.Elly Lasut,ME  mencalonkan diri sebagai Kepala Daerah  pada tahun 2018 lalu, masyarakat telah mensinyalir ada ketidak beresan dalam pencalonan dirinya lantaran telah menjabat dua periode sebagai Bupati dan pernah menjadi terpidana kasus korupsi sehingga dianggap tidak wajar bila mengajukan diri kembali dalam pertarungan Pilkada tersebut.

share

Matamatanews.com, JAKARTA—Satu diantara dari ribuan pengacara tangguh itu bernama Endang Hadrian,  yang baru saja menyelesaikan jenjang studi doktoral S3 nya di Universitas Trisakti (Usakti) dengan predikat Cum Laude. Disertasi doktoralnya bertajuk “Penyelesaian Sengketa Melalui Perdamaian Pada Sistem Peradilan Perdata dan Penegakkan Hukum di Indonesia dengan 4 (empat) ide besar “ itu membuat dirinya diganjar dengan  predikat Cum Laude.

share

  Matamatanews.com, JAKARTA—Merasa dirugikan dan tidak memiliki hubungan asmara seperti yang dituduhkan, akhirnya Vernita Syabilla menunjuk dua pengacara kondang  Teguh Margono untuk menyeret RFM dan istrinya ke peradilan. Teguh Margono mengaku telah melaporkan RFM dan istrinya ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan pelanggaran UU ITE.

share

  Matamatanews.com, JAKARTA—Meski Pansus DPR RI telah menyatakan batal demi hukum dan mendesak  Presiden Joko Widodo untuk memerintahkan Badan Pertahanan Nasional (BPN) membatalkan sertifikat Hak Pakai No.450 atas nama Pemda NTT, namun hingga kini surat pembatalan tersebut belum juga dikeluarkan. Sejumlah kalangan mempertanyakan sikap BPN yang hingga kini belum mengeluarkan Surat Pembatalan Sertifikat Hak Pakai bernomor 450 atas nama Pemda NTT, meski Pansus DPR RI telah merekomendasikan membatalkannya demi hukum.

share

  Matamatanews.com, TANGERANG—Hartanto Jusman, direktur PT.BSA  terduduk lesu ketika dirinya dijadikan pesakitan atas dugaan penggelapan uang sebesar Rp 7 miliar di Bank Mandiri Ki Samaun Tangerang, Banten, Jawa Barat. Dalam sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa Hartanto Jusman, ia mengatakan bahwa uang perusahaan yang menjadi masalah masih tersimpan di bank Mandiri. “Uangnya ada di bank pak.” kata terdakwa ketika ditanya ketua majelis hakim DR I Ketut Sudira terkait bunga bank.

Pages