Deputi Kemenpora dan Sekjen KONI Dicokok KPK

 

Matamatanews.com, JAKARTA—Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Mulyana (MUL), dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Ending Fuad Hamidy (EFD) dicokok Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan dijadikan tersangka dalam kasus dugaan suap penyaluran bantuan dana hibah dari pemerintah melalui Kemenporan kepada KONI pada tahun 2018.

Dalam jumpa pers yang digelar KPK pada Rabu malam 19 Desember 2018 lalu, Wakil ketua KPK Saut Situmorang mengatakan selain dua tersangka, KPK juga menetapkan 3 orang tersangka lainnya hingga totalnya menjadi 5 tersangka.

“Sebelum proposal dana hibah diajukan diduga sudah ada kesepakatan mengalokasikan fee 19,13 persen dari total Rp 17,9 miliar,” kata Saut Situmorang dalam konfrensi pers kemarin. Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy(EFH) dan Bendahara Umum KONI Jhony E Awuy (JEA) juga ditetapkan sebagai tersangka karena diduga sebagai pemberi dana hibah. Sedangkan tiga tersangka  yang diduga sebagai penerima adalah Deputi IV Kemenpora Mulyana (MUL), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kemenpora Eko Triyanto (ET). Adhi Purnomo (AP) dan Eko  Triyanto diduga menerima pemberian sedikitnya Rp 318 juta dari pejabat KONI terkait dana hibah pemerintah kepada KONI melalui Kemenpora.

Juru bicara KPK mengatakan, bahwa pihaknya telah menyita uang tunai sebanyak Rp 7 miliar dalam kasus dana hibah Kemenpora untuk KONI tahun 2018 tersebut.

 “KPK menduga telah terjadi kesepakatan antara pihak Kemenpora dan KONI untuk mengalokasikan fee sebesar 19,13 persen dari total dana hibah 17,9 miliar rupiah, yaitu sejumlah 3,4 miliar rupiah,” kata Febri. Febri menjelaskan, terkait barang bukti tujuh miliar rupiah merupakan uang pencairan dari bantuan hibah untuk bulan Desember. (bar)

 

 

sam

No comment

Leave a Response