Dunia Pertanian, Pertahanan Pangan Bagi Kehidupan Ekonomi Indonesia

 

Matamatanews.com, KARAWANG—Dunia pertanian merupakan bidang kehidupan ekonomi yang sangat vital dalam pertahanan pangan di Indonesia.  Betapa tidak, jika mungkin di dunia industri ada para buruh/Karyawan berunjuk rasa bahkan mogok kerja karena menuntut sesuatu hal seperti kenaikan upah dan kelayakan kesejahteraan layak hidup. Bisa saja dalam 1 atau 2 hari perusahaan yang bersangkutan akan mengalami kerugian ,namun perputaran ekonomi tetap berjalan meski sedikit terhambat.

Namun,coba bayangkan jika terjadi pada dunia pertanian .Pernahkah terbesit dalam pikiran kita jika para pemuda memiliki cita cita tak jauh dari menjadi ASN (aparatur sipil negara) dan asuk ke perusahaan besar otomotif,pertambangan dan lainnya, siapa yang akan menjadi petani dan menyediakan ketahanan pangan untuk masyarakat?Orang orang tua kita? Lantas apakah dengan usia mereka yang lanjut ,suatu saat kita sudah siap jika mereka telah tiada?

Sisi lain, bagaimana jika para petani berunjuk rasa dan tidak mau menjualkan hasil panen mereka? Bukankah perputaran perekonomian akan stagnan ?Yah,begitulah penting nya dunia pertanian di era saat ini.Namun ,tak jarang banyak hambatan yang dialami oleh petani kita saat ini. Mulai dari keterbatasan alat/tekhnologi yang ramah lingkungan bagi petani saat ini . Atau faktor penghambat pertumbuhan tanaman yang dari dulu tak pernah hilang. Yah,apalagi kalau bukan Hama Tanaman.

Hama Tanaman selain menghambat pertumbuhan tanaman,juga menghambat sisi ekonomi dari petani .Perlu diketahui,dilansir dari akun Instagram petani muda Indonesia.Terdapat 4 cara untuk membasmi hama berdasarkan waktu serangannya.⠀

1.CARA PREVENTIF⠀

Cara ini dilakukan sebelum hama menyerang tanaman, seperti membungkus buah dan memasang pagar plastik.⠀

2.CARA KURATIF⠀

Cara ini dilakukan pada saat terjadi serangan hama, seperti:⠀

- Taktik mekanis: membunuh langsung hama, menghambat pertumbuhan telur atau merusak larva hama, memberi racun pada tikus yang menyerang padi, dsb.⠀

- Taktik fisis: Menggunakan cahaya lampu petromaks atau obor untuk menangkap ngengat penggerek batang padi, menembakkan sinar gamma pada karung hasil panen untuk membunuh hama yang menyerang pasca panen, menggunakan suhu panas untuk mematikan hama yang tidak tahan panas, menggenangi lahan untuk membasmi hama dalam tanah seperti ulat grayak, jangkrik, dan sebagainya.⠀

- Taktik kultur teknis: mempertimbangkan sanitasi, eradikasi, pengolahan lahan, dsb serta melakukan rotasi tanaman.⠀

- Menanam varietas tahan hama⠀

- Memanfaatkan musuh alami atau predator hama⠀

3.MEMPERTIMBANGKAN WAKTU AMBANG PENGENDALIAN⠀

Umumnya, penyemprotan pestisida biasanya dilakukan pada saat hama mencapai ambang pengendalian. Jadi, pestisida sebaiknya digunakan pada sore hari sekitar pukul 16.00-17.00 ketika suhu udara di bawah 30 derajat Celcius dan kelembaban udara sekitar 50-80%, karena jumlah hama meningkat pada saat itu.⠀

4.MEMPERTIMBANGKAN KAPAN SEBAIKNYA PESTISIDA DIAPLIKASIKAN⠀

Pengaplikasian pestisida biasanya dilakukan dengan 2 sistem, yaitu sistem kalender (berjadwal) dan sistem PHT (Pengendalian Hama Terpadu).Sistem kalender dapat menyebabkan resistensi hama karena tidak melihat ada atau tidaknya hama sedangkan sistem PHT hanya diaplikasikan jika hama sudah berada pada ambang kendali.Semoga bermanfaat ya,mari kita jaga lingkungan dan kelestarian nya dengan menjaga ekosistem disekitar kita.(Ros/berbagai sumber)

 

sam

No comment

Leave a Response