Fakultas Pertanian Unsoed Selenggarakan Kuliah Umum

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO -Dalam rangka dies natalis yang ke 57, Fakultas Pertanian Unsoed  menyelenggarakan kuliah umum dengan narasumber Direktur Tanaman Semusim Dan Rempah Dirjen Perkebunan Kementan RI Dr.IR. Agus Wahyudi, MS. Acara yang digelar di Gedung Soemarjito berlangsung pada hari Selasa (17/09/19), mengambil tema "Kesiapan Mahasiswa Pertanian Dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 Antara Peluang Dan Ancaman" dihadiri para Kadin Pertanian Kab. Banyumas, Cilacap, Purbalingga,Kebumen, Banjarnegara, Pemalang, para dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian.

Dekan Fakultas Pertanian Unsoed Dr.Ir. Anisur Rosyad, Ms menyatakan rasa terimakasih dan selamat datang kepada Direktur Tanaman Semusim Dan Rempah Dirjen Perkebunan Kementan RI Dr.Ir. Agus Wahyudi,MS yang telah hadir dalam kuliah umum dies natalis Fakultas Pertanian ke 57.

" Kuliah umum kali ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh informasi yang mutakhir serta isu isu terkini di masyarakat yang relevan di bidang pertanian, sehingga menambah motivasi bagi mahasiswa untuk belajar. Dengan tema kali ini diharapkan bisa memberikan harapan dan memotivasi kelak menjadi generasi milenial yang akan membangun pertanian Indonesia, " terangnya.

Sementara narasumber Dr.Ir Agus Wahyudi, MS menjelaskan tentang kasta produk pertanian, diantaranya kasta yang paling rendah adalah produk pertanian berbasis komoditas. Yang kedua menurutnya adalah Cartified Product dan kasta tertinggi adalah branded product.

Menurut Agus yang juga Alumnus S3 Ekonomi Pertanian IPB ini, saat ini Indonesia masih berada pada posisi kasta terendah yakni komoditas yang nilai ekonominya paling rendah.

" Kalau dibiarkan maka Indonesia akan kalah dibanding dengan negara lain. Kita harus bertransformasi dari produk komoditi ke produk berbasis merk, sehingga akan bernilai tinggi, " terangnya.

Lebih jauh pria kelahiran Sukoharjo ini menjelaskan transformasi produk berbasis komoditi ke branded product berbasis revolusi industri 4.0 perlu menguasai 4 pilar yakni Big Data Analytic, peralatan yang terkait dihubungkan dengan internet, Articificial Intelegency atau kecerdasan buatan berbasis robotik dan financial technology.

" Indonesia sebenarnya telah berhasil bertransformasi dari produk berbasis komoditi ke branded product. Contohnya pala, pernah mengalami harga yang rendah di pasar dunia, tapi saat ini produk ini telah bertransformasi berubah menjadi produk berbasis merk, sehingga harganya menjadi tinggi, " pungkasnya.*(hen)

 

redaksi

No comment

Leave a Response