Hukuman Seumur Hidup Layak Untuk Tiga Direktur First Travel

 

Matamatanews.com, JAKARTA—Sidang  Perdana kasus dugaan penipuan dan penggelapan oleh agen perjalanan umroh First Travel memang telah digelar pada Senin (19/2/2018) lalu di Pengadilan Negeri Depok. Dalam kasus ini tiga direktur First Travel,yakni Andika Surachman, Anniesa Hasibuan dan Siti Nuraidah diduga menipu puluhan ribu orang dengan menjanjikan akan memberangkatkan umroh ke Tanah Suci, Mekkah.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa pengurus  First Travel telah merugikan jemaah umroh hingga Rp 905 miliar. Sedangkan Ketua tim jaksa penuntut Heri Jerman menyebutkan bahwa ketiga direktur perjalanan itu menyalahgunakan uang jemaah untuk kepentingan pribadi.

Ketiga pengurus itu diduga menipu calon jemaah dengan cara menawarkan perjalanan umroh dengan paket murah sehingga banyak masyarakat yang tertarik, tetapi  sampai batas waktu yang ditentukan para jemaah tidak pernah menerima jadwal keberangkatan.

Menanggapi dakwaan jaksa penuntut umum terhadap ketiga direktur agen perjalanan umroh First Travel tersebut, pengamat dunia Islam dan pegiat bisnis urusan Timur Tengah dan Eropa, Imbang Jaya berharap putusan majelis hakim harus memenuhi rasa keadilan,terutama bagi para korban.

“ Kita berharap putusan majelis hakim nantinya mampu memenuhi rasa keadilan, dan tindakan pengurus agen perjalanan umroh ini sudah sepantasnya diberi hukuman setimpal. Karena mereka telah membelanjakan uang calon jemaah umroh untuk kepentingan pribadi, bahkan dakwaan jaksa penuntut umum menyebut bahwa mereka  telah merugikan calon jemaah umroh sekitar Rp 905 miliar. Ini keterluan namanya,” kata imbang kepada Matamatanews.com, Kamis (22/2/2018) di bilangan Sawangan, Depok.

Menurut jaksa, Andhika Surachman yang menjabat sebagai direktur utama per bulannya bergaji Rp 1 miliar, sedangkan Anniesa Hasibuan yang menjabat sebagai direktur di gaji Rp 500 juta per bulan. Sementara  Siti Nuraida alias Kiki Hasibuan duduk sebagai direktur keuangan di First Travel.

Jaksa menuduh ketiga terdakwa menggunakan uang calon jemaah untuk operasional kantor, antara lain untuk gaji karyawan selama 30 bulan senilai Rp 24 miliar, jasa agen Rp 5,9 miliar, dan jasa koordinator Rp 1 juta per seratus calon anggota jemaah yang mendaftar.

Ketiga terdakwa tersebut di jerat dengan pasal penipuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan pasal pencucian uang dalam  Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang yang ancaman hukumannya penjara seumur hidup.

“ Kalau melihat kasusnya seperti itu, dakwaan jaksa cukup adil dan relevan karena perbuatan pelaku sudah keterlaluan dan sudah membuat banyak orang resah dan kehilangan kesabarannya. Dan bila dihukum mati pun rasanya pantas bagi mereka,karena uang yang digunakan mereka bukan miliknya tetapi milik para jemaah,artinya mereka tidak amanah,” tambah Imbang,sambil bersunggut.

Mampukah jaksa memberikan rasa keadilan kepada para korban agen perjalanan First Travel yang uangnya digunakan untuk kepentingan pribadi sesuai tuntutan mereka? (cam)

 

sam

No comment

Leave a Response