IAIN Purwokerto Kukuhkan Prof.Dr.H.Abdul Basit, M.Ag Sebagai Guru Besar

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO—Bertempat di Auditorium IAIN Purwokerto  Jl. A. Yani 40A Purwokerto Jawa Tengah ,Selasa (6/11/2018) kemarin telah dilaksanakan Sidang Senat Terbuka Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto dalam rangka  Pengukuhan Guru Besar kepada Prof.Dr H. Abdul Basit, M.Ag.

Pada kesempatan itu Prof.Dr. H. Abdul Basit, M.Ag memberikan orasi ilmiahnya yang mengambil judul Hermeneutika Dakwah Kampus : Radikalisme Islam, Kontestasi Ideologi, dan Kontruksinya. Dalam pembukaanya dia menjelaskan bahwa isu radikalisme di kalangan kampus telah meresahkan berbagai kalangan. 

Pihak kampus seakan-akan "kebakaran jenggot" ketika hasil riset menampilkan data-data adanya bukti radikalisme dalam kampus.  Mereka seakan tidak percaya dengan fakta yang ada dan berupaya untuk menangkal berbagai isu yang berkembang di kampus masing-masing.  Pihak orangtua pun gelisah dan khawatir, jangan jangan putra putrinya terlibat dalam kegiatan yang menjurus pada radikalisme agama.  Kegelisahan orang tua menyebabkan ada sebagian yang melarang anak-anaknya mengikuti kegiatan keagamaan atau dakwah.  Bahkan pemerintah dengan lantangnya akan mengambil kebijakan tegas untuk mengontrol aktivitas kemahasiswaan yang mengarah ke radikalisme  Islam.

Masuknya radikalisme agama dalam kampus menurut Abdul Basit secara nyata telah meruntuhkan pandangan yang berkembang selama ini bahwa kehidupan kampus adalah kehidupan yang netral,  lepas dari hiruk pikuk politik dan Vested Interest, serta adanya kebebasan akademik. Sementara radikalisme agama merupakan bentuk Islamisme yang memanfaatkan agama sebagai kendaraan politiknya.  Agama "diperalat "oleh kelompok tertentu untuk mencapai tujuan politik, baik terang terangan atau terselubung.

Tatanan kehidupan kampus yang bernalar ilmiah "dirusak" oleh nalar politik yang kental dengan kekuasaan dan idiologi kelompok radikal.  Dalam tujuan ilmu politik, radikalisme merupakan bagian dari studi gerakan sosial yang banyak diinspirasi oleh kejadian nyata dalam kehidupan manusia. Menurut Thomas Olesen " developments is the social movement field have always been inspired by real life events.

Menurut Abdul Basit agama merupakan sumber nilai dan pedoman hidup yang dapat dipergunakan oleh civitas akademik,  tenaga pendidikan dan masyarakat dalam mengembangkan ilmu,  mencari kebenaran, mendekatkan diri pada Tuhan, dan membangun kehidupan yang harmonis dan toleran.  Agama tidak lepas dari kehidupan kampus,  tetapi tidak bisa dijadikan sebagai alat untuk tujuan politik tertentu,  apalagi dilakukan dengan cara cara radikal. 

Agama  hendaknya didudukkan secara proporsional dan difungsikan sesuai dengan hakekat dari agama itu yaitu sebagai sumber nilai dan pedoman manusia.  Persoalan yang utama menurutnya adalah bagaimana mendakwahkan ajaran agama secara proporsional dan fungsional sehingga tidak mengarah pada pemahaman dan tindakan yang radikal dan liberal. *(Alief/ Hen)

 

sam

No comment

Leave a Response