Imbang Djaja:Meski Gugatannya Dimenangkan, Masihkah Keadilan Menyapa dan Berpihak Pada Prof Yuswar?

 

Matamatanews.com, JAKARTA—Meski gugatan  Wakil Rektor  1 Universitas Trisakti (Usakti),Prof.Yuswar Zainul Basri, Ak,MBA yang diberhentikan secara sepihak oleh Menteri Riset Tekhnologi, dan Pendidikan (Menristek Dikti) dengan SK.Menristek Dikti Nomor.458/M/KPT.KP/2017 tanggal 3 November 2017 lalu telah dikabulkan hakim, namun hingga Pebruari tahun 2019 putusan tersebut  sama sekali belum dijalankan sesuai amar putusan.Amar putusan yang harusnya dijalankan dan memberi ruang  keadilan terhadap nasib dan status  seseorang  itu pada akhirnya kini hanya sebatas  putusan yang tidak memiliki wibawa dan martabat.

“Padahal majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara  telah mengabulkan gugatan penguggat sebagian dan menyatakan batal dan mewajibkan kepada tergugat untuk mencabut keputusan tergugat berupa Surat Keputusan Menteri Riset,Tekhnologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia No.458/M/KPT.KP/2017 tentang pemberhentian wakil rektor . Dengan adanya amar putusan itu artinya hak dan kewajiban seseorang dalam hal ini Warek I secara otomatis harus dipenuhi demi hukum, bukan sebaliknya,” ucap Pengamat Dunia Islam sekaligus Ketua Lembaga Ekonomi Islam (LEI) Imbang Djaja kepada Matamatanews.com di kawasan Sawangan, Depok, Jawa Barat, Selasa (5/2/2019).

Putusan hukum  yang semestinya menjadi resep ampuh bagi pencari keadilan dan perubahan terhadap nasib seseorang  terutama  bagi yang tersandung perkara,semisal Prof.Yuswar Zainul Basri,Ak,MBA seharusnya bisa dijadikan sinyal awal bagi penegakan hukum.

“Persoalan proses hukumnya masih berjalan  itu urusan lain, bahkan bandingnya sendiri telah dimenangkan sehingga apalagi yang harus di dipertimbangkan. Menunggu waktu yang tepat untuk mengeluarkan surat keputusan pemberhentian baru lagi atau ada unsur politiknya di dalam perkara ini? Dengan belum atau tidaknya dijalankan putusan tersebut, nasib seseorang seperti Warek I menjadi bulan-bulanan , baik status maupun hargadirinya. Dan putusan hakim itu bukan putusan yang serampangan maupun abal-abal, keputusan tersebut merupakan hasil telaah dan argumentasi hukum,” tegas Imbang, dengan nada tinggi.

Meski kini jabatannya sebagai Wakil Rektor I Universitas Trisakti belum dipulihkan, namun Yuswar tetap menerima dengan legowo dan menjalani kesehariannya sebagai pendidik seperti sediakala. Ia hanya prihatin dengan perubahan kampus pasca dirinya diberhentikan secara sepihak oleh SK.Menristek Dikti tersebut, padahal majelis hakim Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Jakarta Timur telah memenangkan gugatannya.

“Saya bersyukur, dengan adanya putusan tersebut sehingga nama baik saya bisa dipulihkan, dan saya telah mengabdi puluhan tahun di Trisakti sehingga kini bisa pensiun dengan tenang,” ungkap Yuswar, dengan nada santai ketika ditemui dikediamannya dikawasan Bekasi Barat.

Menurut Imbang, bunyi putusan itu kan jelas menyatakan dan mewajibkan kepada tergugat untuk mencabut keputusan berupa  SK.Menristek Dikti. Selain itu, keputusan tersebut juga menjadi momen penting bagi dunia pendidikan terutama bagi perguruan tinggi swasta bahwa pemberhentian seorang wakil rektor maupun dosen tidak bisa gegabah dan serampangan, harus melalui mekanisme dan aturan yang lazim berlaku di perguruan tinggi.

“Artinya siapa pun harus menjunjung tinggi hukum, karena hukum itu adalah panglima sehingga  siapa pun dihadapan hukum itu sama derajatnya. Kalau perguruan tinggi sekelas Trisakti saja bisa diperlakukan seperti itu, tidak menutup kemungkinan perguruan tinggi lainnya bisa diperlakukan hal yang sama. Seharusnya putusan PTUN itu dimplementasikan secepatnya agar nama baik yang bersangkutan segera dipulihkan, baik status maupun hak-haknya sebagai Warek I, bukan sebaliknya dibiarkan terus menunggu dan menunggu, sampai kapan, sampai ganti presiden?” lanjut Imbang yang mengaku sebagai penikmati durian ini kepada  Matamatanews.com.

Menurut Imbang, keputusan PTUN Jakarta Timur itu sudah selayaknya dijalankan dan jabatan Warek I Prof.Yuswar Zainul Basri,Ak,MBA dipulihkan seperti semula.”Dengan dikembalikannya jabatan tersebut  ,maka publik akan melihat terutama kalangan perguruan tinggi di Indonesia bahwa Universitas Trisakti memiliki profesionalisme  yang tinggi dan taat hukum. Tetapi bila kenyataannya hingga kini posisi Warek I  belum dikembalikan ke porsi jabatan awalnya, maka hal itu sangat disayangkan dan seakan menantang putusan TUN,dan mencederai rasa keadilan” jelas Imbang dengan  nada heran.

“ Artinya, kalau  perguruan tinggi swasta sekelas Trisakti saja bisa diperlakukan seperti itu, tidak menutup kemungkinan perguruan tinggi lainnya bisa diperlakukan hal yang sama . Dan seharusnya putusan PTUN itu diimplementasikan secepatnya  agar nama baik yang bersangkutan segera dipulihkan, bukan sebaliknya menunggu dan menunggu,” papar Imbang.

Dari penelusuran media ini kesejumlah sumber menyebutkan, meski gugatan Prof.Yuswar Zainul Basri,Ak,MBA telah dikabulkan namun belum ada tanda-tanda dari Menristek Dikti untuk mencabut Surat Keputusan Pemberhentian yang pernah dikeluarkannya. Padahal, kata mereka Prof.Yuswar selama ini dikenal sebagai salah satu tokoh yang gigih berjuang dan berupaya dalam perubahan status Universitas Trisakti alih status  dari swasta menjadi negeri. (cam)

 

 

 

sam

No comment

Leave a Response