Kampung Gagot Wisata Edukasi Bertema Alam

 

Matamatanews.com, BANJARNEGARA—Hamparan aneka tanaman perkebunan meghijau begitu segar ketika Matamatanews menyusuri jalan desa di Kecamatan Purwanegara Banjarnegara ini. Tanah yang subur diimbangi air yang melimpah seakan tempat ini menjadi surganya bagi para petani. Sekitar 20 menit dari jalan utama propinsi kami menempuh perjalanan menuju desa Kutawuluh Kecamatan Purwanegara, Banjarnegara, Jawa Tengah.

Mungkin masih banyak orang yang belum mengetahui tentang keberadaan satu obyek wisata edukasi bertema alam bernama Kampung Gagot. Ini bukan nama sebuah kampung atau desa melainkan sebuah wahana wisata edukasi itu sendiri yang kebetulan berada di Desa Kutawuluh RT 1/RW  5 Kecamatan Purwanegara, Banjarnegara.

Adalah Amrullah atau biasa dipanggil Arul,36, sebagai pencetus berdirinya Wisata Edukasi Kampung Gagot. Semula ide ini digagas oleh istrinya yang kebetulan seorang Sarjana Pertanian. Awalnya hanya budidaya tanaman pertanian kemudian berkembang ke peternakan sebagai media edukasi wisatanya.

Nama Gagot sendiri menurut Arul adalah nama sebuah petilasan atau makam Kiai Gagot seorang "sesepuh" yang pernah hidup pada masanya.  Petilasan ini juga diklaim berada di desa Pekalongan,  sehingga keberadaannya diantara dua desa tersebut. Arul sendiri ingin menghidupkan kembali nama Gagot di Wisata Edukasinya dengan mengartikannya sebagai "teguh pendirian, optimis, semangat, baik hati, sukses, peduli dan gotong royong".

"Konsep usaha kami adalah pertanian terpadu yang mengacu pada kemampuan sumber daya manusia di bidang pertanian, " kata Arul. Dengan konsep ini diharapkan mendapatkan sumber daya yang diharapkan mampu  merencanakan,  mengolah dan  memasarkan hasil pertanian.

"Di Kampung  Gagot ini telah tersedia sumber daya yang dibutuhkan, tinggal mengolahnya mas. Apabila ada wisatawan yang ingin mempelajari lebih dalam cara bertani atau beternak bisa langsung ke sini dan kami siap memberi pelatihannya, " imbuhnya.

Selain saling bertukar pikiran dengan sesama petani yang tergabung dalam Warung Tani Indonesia Arul juga tak segan segan mendatangkan praktisi pertanian yang mumpuni baik teori maupun prakteknya. " Lebih mantap dan yakin kalau kita mendatangkan seorang praktisi, kerja kami lebih terarah dan maksimal, " tandasnya. Kampung Gagot sendiri telah mengeluarkan produk hasil pertanian branded Kampung Gagot seperti Beras Sehat Sahabat Tani, Kopi Gagot dan Aneka Olahan Pertanian. 

Menyusuri Kampung Gagot seluas sekitar 3 hektar ini kita akan dimanjakan dengan aneka tanaman sayuran organik,  tanaman buah, ternak ikan, kelinci, sapi, dan kambing. Di wahana itu pula wisatawan akan diajari cara membuat pupuk kompos,  menyemai, menanam bibit, memelihara tanaman,  menangkap ikan, memberi makan ternak, bahkan memandikan ternak sapi. " Warga kampung telah dibekali teknik pertanian terpadu dan siap membimbing para wisatawan mas, " kata Arul semangat.

"Ke depan masih banyak yang harus kami benahi. Desamping perbaikan prasarana kami juga fokuskan ke penambahan sarana penunjang seperti saung, home stay, dan lahan parkir, " kata Arul berharap.  Pemerintah desapun tak tinggal diam beberapa sarana telah diperbaiki khususnya akses ke Wahana Edukasi itu. Tetaplah berkarya Arul, ciptakanlah generasi yang cinta akan kekayaan alamnya. *(wisnu, hendro)

sam

No comment

Leave a Response