Karir Polwan Terancam Pupus Karena Syahwat

 

Matamatanews.com, KALIMANTAN Oh...My God...! institusi kepolisian tercoreng dengan tindak asusila yang dilakukan oleh personelnya. Seorang Polwan di Polres Nunukan, Kalimantan Utara, terancam dipecat dari institusinya karena perbuatan yang ia lakukan. Polwan tersebut dikabarkan hamil diluar nikah dengan anggota polisi lainnya. Bukan hanya Polwan tersebut, dua personel Polres Nunukan lainnya juga terancam dipecat lantaran desersi dan terlibat kasus narkoba.

Senin (28/08/2017), Polres Nunukan melayangkan surat usulan pemecatan ketiga personel tersebut ke Polda Kalimantan Timur.

Selasa (29/08/2017), Kapolres Nunukan, AKBP Jepri Yuniardi membenarkan hal tersebut, “Benar, ketiganya sudah diusulkan ke Polda, untuk dilakukan PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat)," ujarnya.

Ketiga personel itu melanggar kode etik Polri dan juga tindak pidana. Kasus kehamilan Polwan satuan reserse narkoba itu merupakan kasus pada tahun lalu. Meski hamil tanpa suami, sang Polwan masih tetap berkantor dan menjalankan tugasnya.

“Polwan tersebut melahirkan anak dari hasil hubungan yang tidak semestinya bersama dengan oknum aparat lain yang sudah beristri,” ungkap Jepri.

Sebelum diusulkan pemecatan, sudah dilakukan beberapa kali sidang kode etik. Sementara, Jepri tidak mengetahui persis duduk persoalan hubungan yang terjadi pada personel Polwannya.

“Kasus itu sudah ada sebelum saya menjabat Kapolres ya di Nunukan ini. Jadi, saya menindaklanjutinya. Yang jelas, Polwan bersangkutan awalnya diketahui tengah hamil,” kata Jepri yang bertugas sebagai Kapolres Nunukan sejak Mei 2017 lalu.

Dirinya memastikan bahwa tidak akan membiarkan personelnya melakukan pelanggaran kode etik Polri, terlebih lagi melakukan tindak pidana.

“Apalagi kasus narkoba, tentu sangat tegas. Ya itu tadi, ketiganya sudah diusulkan PTDH dan sekarang, tinggal menunggu keputusan dari Polda,” tutupnya. [Did/Mdk/Berbagai Sumber]

sam

No comment

Leave a Response