Kesaksian Ariesman Widjaja Terkait Diskresi Ahok

 

Matamatanews.com,JAKARTA---Kebijakan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama untuk pengembang pulau reklamasi atau diskresi, berhasil mengumpulkan dana Rp 1,6 triliun. Hal tersebut sesuai dengan kesaksian Ariesman Widjaja dalam persidangan kasus suap reklamasi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin lalu.

Dana tersebut berasal dari Agung Podomoro Group melalui PT Muara Wisesa Samudra dan PT Jaladri Kartika Eka Paksi, yang diberlakukan tanpa peraturan daerah. Menurut pengacara Ariesman, Adardam Akhyat, dana yang disetor kliennya saat masih menjabat Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land itu guna memenuhi kewajiban kontribusi tambahan yang diminta Gubernur melalui kebijakan diskresi.

Adardam menambahkan, dana Rp 1,6 triliun merupakan tambahan kontribusi yang harus disetorkan, dana tersebut diluar kewajiban dan kontribusi para pengembang reklamasi sebesar 5 persen. Berkat kesaksian Ariesman senin kemarin, KPK mendapatkan bukti baru terkait masalah tersebut. Sebelumnya Ariesman mengatakan kontribusi tambahan yang disetor hanya Rp 392 miliar, dana tersebut digunakan untuk membiayai 13 paket pekerjaan.

Ketua KPK, Agus Rahardjo berpendapat, semestinya kontribusi tambahan diatur dalam peraturan daerah. “Birokrat tidak boleh bertindak tanpa acuan hukum, kalau tidak ada aturannya berarti ada tanda tanya besar”, lanjut Agus.

Sementara itu Ahok tidak menyangkal kesaksian yang diberikan Ariesman pada persidangan senin kemarin, ia menuturkan proyek kontribusi yang paling banyak dikerjakan podomoro ialah pembangunan rumah susun dan pengadaan pompa. (Atep/berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response