Kisruh Timor Leste-Australia

 

Matamatanews.com, Den Haag – Selama sepuluh tahun sengketa perbatasan laut antara Timor Leste dan Australia, akhirnya di tangani oleh Pengadilan Arbitrase Internasional (PCA) di Belanda.Kasus yang diajukan oleh Timor Leste pada bulan lalu meminta pengadilan arbitrase memutuskan siapa yang sebenarnya berhak memiliki ladang gas dan minyak bumi bawah laut. Keputusan ini diambil oleh pengadilan yang berada di Den Haag meski Australia menyatakan keberatan.

"Kami tidak akan berhenti sampai kami mendapatkan hak kedaulatan, baik di darat maupun di laut," kata mantan Perdana Menteri Xanana Gusmao.

Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, mengatakan Canberra menerima keputusan ini dan akan terus terlibat dalam seluruh proses yang diambil untuk menyelesaikan persoalan yang muncul di lapangan. "Kami masih ingin memperkuat kerja sama dan mencari jalan keluar atas masalan di Laut Timor," kata Bishop.

Pada tahun 2006 kedua negara menyepakati perjanjian bagi hasil eksplorasi, dengan pembagian masing-masing negara mendapatkan 50%, namun pemerintah Timor Leste mengatakan ini tidak adil 'karena dipaksakan ke negara yang baru saja merdeka'. Sementara itu Australia bersikukuh dengan implementasi perjanjian tersebut. (Did/Berbagai Sumber)

sam

No comment

Leave a Response