Koleksi Museum Nasional Ada Di EXPO Unsoed 2019

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO -EXPO UNSOED 2019 bakal digelar mulai tanggal 10 - 13 Oktober 2019 di Gedung Auditorium Graha Widyatama Unsoed Purwokerto mulai pukul 09.00 - 21.00 WIB. Acara pembukaan Expo Unsoed 2019 sendiri akan dilaksanakan pada hari Kamis (10/09/19) mulai pukul 08.00 WIB.. Berbagai macam stand ada di EXPO UNSOED 2019, salah satunya yakni Stand Edukasi yang terdiri dari Stand Museum Nasional Jakarta, Situs Manusia Purba Sangiran, Balai Konservasi Borobudur, Cagar Budaya Jawa Tengah, dan Kontes Robot.

"Dalam rangka pendekatan pengetahuan sejarah bangsa, koleksi Museum Nasional (Kemendikbud) dari Jakarta di bawa ke Purwokerto untuk dipamerkan di EXPO UNSOED 2019, " ungkap Ka.Dept. Humas Pengurus Pusat KAUNSOED (Keluarga Alumni Unsoed) Ir.Alief Einstein,M.Hum.

Saat bincang-bincang antara Einstein dengan Kepala Museum Nasional Drs.Siswanto,MA.  tentang alasan ikut pameran di Unsoed menyatakan pertama, gempuran informasi yang luar biasa di era milenium ini perlu disikapi dengan arif bijaksana melalui perimbangan informasi yang positif perjalanan sejarah bangsa Indonesia kepada generasi milenium di kampus-kampus. 

Kedua menurut Alumni Fakultas Biologi Unsoed ini mengatakan, Indonesia dikenal dunia dengan “The Power of Culture” nya perlu dikenalkan dan ditanamkan pengaruh serta semangatnya kepada calon pemimpin-pemimpin bangsa masa depan di kampus. Ketiga, pameran dari Museum Nasional di ajang “Expo-Unsoed 2019” ini merupakan pertama kali dilakukan oleh Museum Nasional, dari rangkaian kegiatan “Pameran Keliling”, yaitu pameran museum dari kampus ke kampus yang bertajuk “museum goes to campus” dalam rangka mendekatkan diri museum ke generasi penerus terutama kalangan masyarakat akademisi (mahasiswa) dan masyarakat umum lainnya. 

Keempat, kampus-kampus yang pernah dikunjungi dalam pameran “museum goes to campus” antara lain kampus UNS Surakarta berlangsung tiga kali berturut-turut dan kampus UNDIP Semarang bulan Agustus tahun 2019. 

"Kedepan akan dilakukan kegiatan di kampus-kampus lain. Kegiatan pameran dapat dilanjutkan pada event berikutnya di kampus yang sama apabila mendapat apresiasi yang positif, "papar Siswanto.

Koleksi yang disajikan Museum Nasional pada  pameran dalam rangka EXPO UNSOED 2019 yakni :

1. Arca Dewa Siwa (replika), 

2. Prasasti Yupa V (replika), 

3. Nisan Maulana Ibrahim (replika), dan 

4. Mahkota Kesultanan Banten (replika).

Menjawab pertanyaan Einstein mengapa koleksi yang di bawa adalah benda replika, bukan yang asli, Master Arkeologi dari UGM Yogyakarta Siswanto menjelaskan bahwa pertama, alasan utama adalah faktor keamanan (sesuai prosedur standar keamanan koleksi) baik keamanan benda itu sendiri (karena rusak atau hilang) maupun keamanan manusia pembawa koleksi apabila membawa benda asli ke dalam pameran. 

Kedua menurutnya pameran dengan membawa benda asli tetap memungkinkan dilaksanakan, tetapi harus melalu syarat mulai dari pemindahan (transportasi), selama pameran, dan sampai pulang kembali ke museum koleksi terjamin keamanannya sesuai prosedur standar.

"Ketiga, seperti diketahui semua jenis-jenis benda yang kami bawa, aslinya adalah benda berharga mempunyai nilai kelangkaan tinggi dan dilindungi oleh Undang-undang Cagar Budaya, "jelas Siswanto.

Siswanto (58 tahun) menerangkan Tujuan Pameran Museum Nasional dalam rangka EXPO UNSOED 2019 : pertama, meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang perjalanan sejarah kebudayaan Indonesia dan kebinekaannya bangsanya. Kedua, meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang pentingnya sebuah “proses” berbangsa yang bersatu, bukannya sekedar menikmati “hasil” yang berpotensi terlena dan kelengahan sikap berbangsa yang dapat berakibat pada sikap intoleran dan atau ke arah  disintegrasi.

Seperti diketahui Karir Siswanto sebelumnya adalah peneliti Palaentologi dan Peradaban Prasejarah (fosil) dengan mengambil Master Arkeologi di UGM, kemudian sampai sekarang masih dipercaya di struktural.

" Indonesia bangsa hebat yang memiliki sejarah kebudayaan yang sangat panjang perlu diketahui dan dipahami generasi muda penerus bangsa, " pesannya.*(hen/berbagai sumbe)

 

redaksi

No comment

Leave a Response