Kontroversi Penggunaan Fluoride dan Pasta Gigi Masih Menyeruak

Matamatanews.com, JAKARTA—Fluoride atau bahan pembuat pasta gigi atau odol adalah limbah pabrik alumunium yang dulunya digunakan untuk racun lambung, sintisida, dan racun tikus.Limbah ini berbahaya bagi tanaman karena akan menghambat pertumbuhan daun hingga menggagalkan panen.

Kontroversi Penggunaan Fluoride

Siapa sangka, zat yang dikenal sebagai ramuan ampuh penguat tulang dan membersihkan gigi dari karang dan keropos justru dapat menyebabkan keracunan. Setidaknya, hal ini menjadi kontroversi panjang di dunia barat. Fluoride tidak hanya ada di pasta gigi, tapi di Amerika, Eropa Barat, dan Australia, zat tersebut juga disuntikkan ke dalam air untuk ‘menyehatkan’ manusia.

Australia diklaim sebagai negara yang 70 persen penduduknya mengkonsumsi fluoride secara teratur. Tidak heran jika australia menjadi konsumen fluoride terbesar di dunia, menyusul Amerika Serikat. Sementara, negara-negara di Eropa Barat mulai meninggalkan ‘ si pembunuh’ ini ‘. Propaganda fluoride sebagai wahana untuk menyehatkan masyarakat, kini dipertanyakan dengan keras oleh sejumkah pakar kesehatan.

Albert W. Burgstahler, Ph.D, profesor kimia Universitas Kansas mengungkapkan bahwa dari tiga kota dengan laju pembusukan gigi tertinggi. Dua di antaranya justru menjalani fluoridesi. Banyak kota yang tidak difluoridesi justru laju pembusukan giginya rendah.

Jurnal Canadian Dental Association, sekolah dengan laju bebas karang gigi tertinggi justru tidak mengkonsumi air mengandung fluoride. Setelah air di Kota Kansas disuntikkan fluoride selama satu tahun, angka kematian bayi meningkat 13 persen . (Kansas City Star, 21 November 1982). Dalam lima tahun fluoridesi, angka kematian bayi di Kansas melonjak menjadi 36 persen (Kansas City Star, 26 Pebruari 1987). Fluoridesi adalah kasus penipuan ilmiah terbesar abad ini. (Robert Carlton, Ph.D)

Profesor. Albert Schatz Ph.D (Pakar mikrobiologi) mengatakan, “Fluoridesi adalah penipuan terkeji untuk mengeruk keuntungan!”. Silahkan kaget saat mengetahui bahwa fluoride adalah limbah pabrik aluminium yang dulunya digunakan untuk racun lambung, insektisida, dan racun tikus. Limbah ini sangat berbahaya bagi tanaman karena menghambat pertumbuhan daun dan menggagalkan panen. Efek menularnya juga dapat menjangkiti para hewan yang memakan tanaman yang terinfeksi fluoride.  Produsen raksasa aluminium Amerika, Aluminium Corporation of America (ALCOA) dilaporkan mendapat gugatan jutaan dolar dari pabrik aluminium.

Gilanya lagi, ternyata menurut penelitian,  di dalam perkakas aluminium rumah kita saat ini, tersimpan kandungan fluoride yang bisa larut ke dalam makanan yang di masak dengannya, hanya karena lapisan aluminiumnya sedikit tergores. Fluoride kini telah menggurita dalam bentuk jus, minuman bersoda, dan makanan berbasis air lainnya.

Pihak Yang Diuntungkan

Pihak pertama yang dituduh tentu para produsen produk aluminium. Mereka justru mencari cara brilian agar limbah tersebut bisa menjelma menjadi ladang dolar, tanpa dituding sebagai pembunuh. Maka jadilah limbah fluoride dialirkan ke berbagai sumber air dengan pembenaran bahwa kandungan fluoride di dalam limbah akan menguatkan tulang dan gigi.

Melalui serangkaian upaya yang dicurigai penuh rekayasa, racun fluoride dklaim dapat ditoleransi hingga batas 1 ppm (part per million). Tetapi banyak ahli kimia berpendapat berbeds tentang batas toleransi ini, mengingat tingkat konsumsi manusia terhadap air berbeda-beda sesuai dengan usia, tingkat kehausan, dan kebutuhannnya kepada air.

Justifikasi keampuhan zat fluor sebagai penguat tulang dan gigi juga muncul dari badan kesehatan masyarakat Amerika (Public health Service/ PHS). Juni 1950 ketika eksperimen baru berjalan 5 tahun dari jadwal 10 tahun yang seharusnya, Oscar Ewing, pimpinan PHS mengumumkan kepada kongres bahwa fluoride aman dan menyehatkan untuk dikonsumsi. Dua juta dolar (pada tahun 1950 jumlah ini luar biasa besar) akhirnya mengalir ke PHS untuk mendanai proyek fluoridesi ke berbagai sumber air di Amerika.

Pihak lain yang diduga juga mendulang keuntungan dari menjual ‘racun’ kepada konsumen pasti produsen perlengkapan mandi. Salah satunya, pasti gigi dan cairan pembersih gigi yang memakai fluoride  dalam komposisinya. Mereka ikut dituduh telah menutupi persekongkolan jahat ini, dan tidak menjelaskan secara transparan bahaya konsumsi fluoride dalam jangka panjang kepada konsumennya. (samar/konspirasi dunia/berbagai sumber)

 

 

sam

No comment

Leave a Response