Korban Bendungan Jebol di Brumadinho Jadi 110 Orang

 

Matamatanews.com, BRUMADINHO— Jumlah korban tewas akibat bendungan jebol di kota Brumadinho, Brasil bertambah menjadi 110 orang. Pada Jumat (1/2), seorang juru bicara badan pertahanan sipil negara bagian Minas Gerais mengatakan jumlah korban tewas meningkat dari 99 orang.

Letnan Flavio Godinho dari badan pertahanan sipil negara bagian Minas Gerais menambahkan 238 orang masih dinyatakan hilang.

Pihak berwenang mengatakan hujan ringan hari ini untuk sementara menangguhkan upaya pencarian dan penyelamatan tetapi tidak mempengaruhi ketinggian air.

Jebolnya bendungan milik perusahaan tambang Vale SA di kota Brumadinho mengeluarkan semburan lumpur coklat kemerahan yang mengandung kadar oksida besi beracun pada hari Jumat.

Juru bicara Departemen Pemadam Kebakaran Minas Gerais di Brasil mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan kapan pencarian korban bendungan yang runtuh akan dibatalkan.

Pedro Aihara mengatakan semakin sulit untuk menemukan sisa-sisa tambahan. Jumlah yang hilang sebelumnya adalah 276 orang. Polisi telah mengidentifikasi 51 jenazah dari 84 korban tewas yang ditemukan dari lumpur.

Inspektur polisi Arlen Bahia da Silva mengatakan akibat keadaan jenazah yang membusuk, para ahli forensik harus menggunakan tes DNA dan catatan gigi untuk menetapkan identitas korban lainnya.

Pada Selasa (29/1), pihak berwenang menangkap lima orang tersangka sehubungan dengan runtuhnya bendungan tambang Brasil. Sementara bangkai ikan mengapung di sepanjang tepi sungai di hilir yang menjadi tempat bergantung masyarakat adat untuk makanan dan air.

Bendungan yang menahan limbah bijih besi, yang dimiliki dan dioperasikan oleh perusahaan tambang besar Vale SA, jebol pada hari Jumat (25/1). Bencana itu mengubur satu kafetaria perusahaan dan bangunan-bangunan Vale lainnya, serta membanjiri sebagian dari kota kecil tenggara, Brumadinho. [s/sp/wp/ap)

 

sam

No comment

Leave a Response