Laporan Amnesti Sebut Militer Israel Latih Polisi Amerika Secara Teratur

 

Matamatanews.com, FLORIDA—Dikutip dari telusurtv.net, amnesti internasional atau kelompok hak azasi manusia melaporkan bahwa ratusan pejabat penegak hukum di Baltimore, Florida, New Jersey, Pennsylvania, California, Arizona, Connecticut, New York, Massachusetts, North Carolina, Georgia , dan negara bagian Washington serta kepolisian DC Capitol disebut telah melakukan perjalanan ke Israel untuk mengikuti pelatihan, sementara ribuan lainnya menerima pelatihan dari para pejabat Israel di Amerika Serikat.

"Banyak dari perjalanan ini didanai oleh pembayar pajak sementara yang lain didanai secara pribadi," kata kelompok itu, seraya menambahkan bahwa "sejak tahun 2002, Liga Anti-Pencemaran Nama Baik, Proyek Interchange Komite Yahudi Amerika dan Institut Yahudi untuk Urusan Keamanan Nasional telah membayar untuk polisi kepala, asisten kepala dan kapten untuk melatih di Israel dan Wilayah Palestina yang Diduduki

Kritik terhadap program-program ini, termasuk dari berbagai kelompok hak asasi manusia, menunjuk pada catatan Israel tentang pelanggaran hak asasi manusia dan kekerasan negara terhadap warga Palestina, Yahudi, dan pengungsi Afrika. 

Menurut PBB yang mengurusi bidang kemanusiaan, pada tahun 2018 lalu angka kekerasan dan kematian meningkat 70 persen dari tahun sebelumnya terutama kekerasan para pemukim Israel terhadap warga Palestina yang berada di Jalur Gaza.

Sejak unjuk rasa Great March of Return pada tahun 2018 digelar, lebih dari 190 warga Palestina tewas dan 28.000 lainnya terluka oleh pasukan Israel.Di Amerika Serikat, terutama dilingkungan yang didominasi kulit hitam maupun Hispanik mengalami peningkatan yang tajam terutama penembakan yang dilakukan polisi.

Di Georgia misalnya penembakan polisi pada tahun 2010 lalu, sedikitnya 185 orang tewas ditembak polisi dan hampir separuh para korban tidak bersenjata atau ditembak dari belakang. Amnesti internasional maupun hak azasi manusia lainnya bahkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyebut bahwa polisi Israel juga melakukan eksekusi di luar hukum dan pembunuhan  tidak sah lainnya dengan menggunakan perlakuan buruk dan penyiksaan, penindasan kebebasan berekspresi maupun berserikat melalui pengawasan pemerintan dengan menggunakan kekuata n berlebihan terhadap para pengunjuk rasa damai.

 “Departemen kepolisian (di AS) harus menemukan mitra yang akan melatih teknik de-eskalasi, (...) dan bagaimana menanggapi dengan tepat mereka yang menggunakan protes tanpa kekerasan untuk menyampaikan pendapat mereka.Israel bukan mitra semacam itu, ”simpul kelompok HAM itu seperti dilansir telesurtv.net.(bar/berbagai sumber)

 

 

redaksi

No comment

Leave a Response