Lima Fraksi Di Perlemen Dukung Hubungan Homo Dan Lesbian

 

Matamatanews.com, JAKARTA – Mengutip pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Prof. Machfud MD sempat mengingatkan bahwa ada aliran dana dari suatu organisasi sebesar 180 juta dolar US untuk menggoalkan zina dan hubungan Homoseksual, Lesbian, Biseksual serta Transgender dilegalkan dalam hukum positif di Indonesia.

Kini tengah disebut-sebut bahwasanya ada lima fraksi di parlemen yang menyetujui legalisasi hubungan sesama jenis yang sangat bertentangan dengan norma yang ada di Indonesia. Sementara, Sekretaris Jenderal Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia (PAHAM) Indonesia, Rozaq Ashari meminta kepada Ketua MPR-RI Zulkifli Hasan untuk mengungkapkan siapa saja kelima fraksi yang mendukung atau menyetujui hubungan tak lazim tersebut.

Senin (22/01/2018), melalui pesan tertulis yang diterima di Jakarta, Rozaq mengatakan, “Ketua MPR telah menyampaikan informasi yang menjadi perhatian publik. Karena itu, perlu diperjelas fraksi mana yang setuju dan mana yang menolak,” katanya.

Pernyataan Ketua MPR sangat mengejutkan masyarakat, termasuk bagi PAHAM. Saat ini di DPR sedang dibahas Rancangan Revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP). Menurut informasi yang beredar, tim perumus dari DPR membahas naskah RUU KUHP, termasuk sesuatu yang sensitif bagi masyarakat, yang salah satunya tentang Pasal 292 KUHP yang mengatur tentang perbuatan cabul sesama jenis di sebuah hotel di Jakarta.

“Lima fraksi yang setuju LGBT harus dibuka sehingga masyarakat bisa mengetahui bagaimana sikap wakil mereka ketika membuat undang-undang di parlemen,” tuturnya.

Menurut Rozaq, keterbukaan tentang lima fraksi yang mendukung hubungan homo, lesbian, biseksual itu penting, agar tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan pengaturan mengenai hubungan sesama jenis merupakan kewenangan DPR.

Akankah nama-nama kelima fraksi tersebut akan diungkapkan oleh MPR? [Did/Rpk/Berbagai Sumber]

sam

No comment

Leave a Response