Logan,Perjalanan Akhir Sang Legenda

 

Matamatanews.com,JAKARTA—Logan adalah termasuk film yang banyak ditunggu dan dibicarakan penggemarnya seantero jagad hiburan,dan penantian itu akhirnya datang juga. Film ini mengambil setting tahun 2024, dimana Logan (Hugh Jackman)dan profesor Charle Xavier (Patrick Stewart) harus bertahan tanpa X-Men ketika perusahaan Nathaniel Essex  mengejarnya .Situasi menjadi semakin rumit dengan kemampuan regenerasi  mutan Logan yang mulai sirna dan profesor Charles Xavier menderita  Alzheimer.

Logan yang mulai menjalani hidup normal sebagai sopir limosin sewaan merasa terusik ketika seorang perawat wanita bernama Gabriela (Elizabeth Rodriguez) mendatangi dan meminta pertolongan untuk menyelamatkan diri dan putrinya, Laura Kinney  alias X-23 ( Dafne Keen) dari kejaran kelompok berbahaya pimpinan Donald Pierce (Boyd Holbrook) .Awalnya Logan menolak dengan alasa dirinya tak ingin terlibat urusan dengan kelompok pembunuh bayaran.

Gabriela mengatakan bahwa Laura bukan gadis remaja biasa,ia memiliki kemampuan diluar manusia normal,karena ia merupakan seorang mutan muda hasil rekayasa genetika bernama X-23 yang merupakan kloningan dari Logan.Antara percaya dan tidak,akhirnya Logan menerima tawaran Gabriela untuk membawa Laura ke Eden,namun diluar dugaan Gabriela ditemukan tewas mengenaskan dengan luka dileher.

Logan mulai menyadari bahwa keselamatan Laura mulai terancam,ia kemudian meminta Xavier dan rekannya ,Caliban untuk berkemas ,namun dihadang lusinan pembunuh bersenjata lengkap.Dibawah hujan peluru dan sergapan mobil yang berseliweran, Logan berhasil meloloskan diri,namun sayang, Caliban berhasil ditawan Dr.Zander Rice  (Richard E.Grant).Seiring berjalannya waktu,hubungan Logan dan Laura alias X-23 semakin erat,dan keduanya memiliki kesamaan dalam kemampuan.

Mampukah Logan menyelamatkan putrinya dari kejaran Dr.Zander Rice dan Donald Pierce yang berencana memusnahkan seluruh anggota X-Men dan menghancurkan dunia itu?

Dibanding dengan film terdahulunya, film ini memiliki sisi dramatis dan humanis yang kental meski selama pertunjukkan dipenuhi adegan kekerasan sana-sini,seperti kepala yang terputus dan cakar srigala yang menancap di kepala dan leher serta siraman peluru tiada henti.Dor...dor..sret.**(samar)

 

 

sam

No comment

Leave a Response