Macron Minta Rusia Hormati Gencatan Senjata di Idlib

 

Matamatanews.com, PERANCIS—Presiden Perancis Emmanuel Macron dalam pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin (19/8/2019) meminta Moskow untuk menghormati ketentuan gencatan senjata yang telah disepakati di Idlib, Suriah. Macron menyatakan “sangat khawatir” tentang pemboman pasukan pro-rezim Suriah di kota Idlib dan meminta Rusia selaku mitranya untuk mendesak diberlakukannya gencatan senjata.

"Saya harus menyatakan kekhawatiran kami yang mendalam tentang situasi di Idlib. Populasi di Idlib hidup di bawah bom, anak-anak terbunuh. Sangat penting bahwa gencatan senjata yang disepakati di Sochi dipraktikkan," kata Macron kepada Putin seperti dikutip 124news.

Kepada Macron, Putin mengatakan bahwa Moskow mendukung serangan tentara Suriah terhadap “teroris” di provinsi utara Idlib.

"Kami mendukung upaya tentara Suriah untuk mengakhiri ancaman teroris ini" di Idlib, kata Putin. "Kami tidak pernah mengatakan bahwa di Idlib teroris akan merasa nyaman," tambahnya.

Putin juga merujuk pada ledakan yang meletus di fasilitas rahasia militer Rusia. Dia mengatakan bahwa "tidak ada ancaman" dari radiasi setelah uji coba rudal gagal dan menyebabkan ledakan yang menewaskan lima pekerja agen nuklir tersebut.

Pembicaraan antara kedua pemimpin itu diadakan di kediaman musim panas Macron di Prancis selatan, juga dalam upaya menekan Kremlin untuk membantu mengakhiri konflik di Ukraina, kata seorang koresponden AFP .

Dia mengatakan dan berharap dapat menghadiri pertemuan puncak dengan para pemimpin Ukraina, Rusia dan Jerman - yang disebut format Normandia - "dalam beberapa minggu ke depan" untuk mencoba mengakhiri pertempuran di Ukraina timur.

"Ada peluang nyata untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama lima tahun," katanya pada awal pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin yang menyuarakan "optimisme hati-hati" tentang Zelensky.

Pertemuan keduanya diadakan di retret musim panas Macron di benteng Bregancon di pantai Mediterania, hanya beberapa hari sebelum ia menjadi tuan rumah bagi para pemimpin dunia termasuk Presiden AS Donald Trump untuk KTT Kelompok Tujuh (G7) 24-26 Agustus di Biarritz.(icam)

 

 

 

 

 

redaksi

No comment

Leave a Response