Mengenal Lima Kota Besar Di Jalur Sutra

 

 

 

Matamatanews.com,JAKARTA---Bukan hanya soal perdagangan saja, jalur sutra juga dikenal sebagai tempat pertemuan berbagai etnis dan agama. Jalur yang menghubungkan timut dan barat dunia ini disebut jalur sutra karena pada masa lalu jalur ini sangat ramai di lewati para pedagang terutama pedagang sutra. Selain sutra, diperdagangkan pula rempah-rempah, wewangian dan komoditas berharga lainnya.

Menurut Frances Wood dalam The silk Road: Two Thousand Years in the Heart of Asia, jalur sutra telah dibuka pada abad ke-3 Sebelum Masehi (SM). Kemudian pada abad ke-4 SM, orang Roma dan Yunani telah membicarakan mengenai Seres, Kerajaan Sutra. Trek Jalur Sutra, menurut Wood, secara garis besar memiliki tiga cabang, yaitu Utara, Tengah dan Selatan. Jalur Utara menghubungkan Cina dengan Eropa hingga Laut Mati, jalur ini melalui Urumqi dan Lembah Fergana. Jalur Tengah menghubungkan Cina dengan Eropa hingga tepian Laut Mediterania, melalui Dun-huang, Kocha, Kashgarm menuju Persia. Sedangkan jalur Selatan menghubungkan Cina dengan Afganistan, Iran dan India, melalui Dun-huang dan khotan menuju Bachtra dan Kashmir.

Terdapat sejumlah kota besar yang biasa disinggahi para saudagar,yaitu:

1.CHANG’AN (XI’AN)

Chang’an, ibu kota dari kekaisaran kuno ini menjadi awal pertama Jalur Sutra, kemudian merambah ke Asia Tenggara, Asia Tengah dan Mediterania. Selain pusat perdagangan, Chang’an dikenal sebagai tempat pertemuan dari beragam etnis dan agama. Keberadaan Islam di kota ini tampak dengan adanya Masjid agung Chang’an yang dibangun pada tahun 742 M pada masa Dinasti Han.

2.SAMARKAND

Samarkand, sebuah kota yang rupawan terletak di jantung Asia Tengah dan menjadi bagian yang perting dari jalur perdagangan Sutra. Ketika Uzbekistan dipimpin oleh Tamerlane, samarkand dikenal sebagai kota besar dan menjadi ibu kota pada akhir abad ke-14. Untuk menghormati istri nya yang wafat, Timerlane membangun sebuah Masjid di kota Samarkand, Masjid tersebut dikenal dengan nama Masjid Bibi Khanum. Pada tahun 1424, Ulugh Beg yang merupakan cucu dari Timerlane, membangun observatorium besar sehingga Samarkand menjadi salah satu pusat peradaban Islam.

3.MOSUL

Kota yang berada di Irak Utara ini terkenal sebagai kota Industri dan Perdagangan. Pada masa Dinasti Abbasiyah, Mosul menjadi pusat ekonomi Jalur Sutra. Selain terkenal sebagai pusat Industri, Mosul juga dikenal sebagai kota Ilmuwan.

4.ALEPPO

Kota yang membentang di antara Mediterania Timur dengan Lembah Eufrat ini merupakan kota dengan penghuni paling tua di dunia. Pada masa kejayaan Jalur Sutra, Aleppo di kenal sebagai kota yang mempunya bangunan megah seperti benteng dan masjid. Salah satu Masjid yang dibangun adalah Masjid Agung, dibangun oleh Bani Umayyah. Tidak hanya dikenal sebagai pusat perdagangan, Aleppo juga dikenal sebagai pusat ilmu pengetahuan, Ilmuwan Muslim terkemuka yang lahir dan tumbuh besar disana antara lain, Al-Farabi, AL-Qifti, Youssef al-Sibti, Al-Mutanabi dan Al-Hamadani.

5.MERV

Kota ini berada di Asia Tengah, tepatnya Turkmenistan. Selain menjadi pusat perdagangan emas, tenun, tektil dan tembikar, Merk juga dikenal sebagai pusat administrasi dan pusat dakwah. Di kota tersebut terdapat banyak Masjid, Madrasar, Istana dan bangunan bersejarah lainnya. (Atep/republika/berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response