Menguak Skandal Watergate , Politik Kotor Presiden Nixon

Matamatanews.com, JAKARAT—Lima orang ditangkap pada 17 Juni 1972 sedang memasang penyadap dan mencuri dokumen-dokumen lawan politik di perkantoran partai Demokrat, musuh politik Nixon yang berasal dari Partai Republik. Setelah peristiwa penyusupan penting itu, Nixon berhasil memenangkan kembali kursi presiden Amerika Serikat.

Watergate dipandang sebagai skandal politik paling kotor dalam sejarah politik kotor Amerika Serikat. Bila peristiwa penyusupan ‘kecil’ di tengah malam pada Juni 2972 tidak terbongkar, mungkin Amerika Serikat tidak harus kehilangan seorang presiden yang mengambil langkah berani mengumumkan penghentian perang Vietnam, yang juga menandai kekalahan negara super power itu oleh kekuatan gerilya tentara komunis Vietnam.

Watergate sendiri merupakan rangkaian skandal yang emngambil tempat di kompleks Watergate. Di kompleks inilah lima orang pria ditangkap pada 17 Juni 1972 sedang memasang penyadap dan mencuri dokumen-dokumen lawan politik di perkantoran Partai Demokrat, musuh politik Nixon yang berasal dari Partai Republik. Insiden yang terjadi di tengah masa kampanye tersebut segera menimbulkan kecurigaan kuat keapda tim pendukung pemilihan kembali Presiden Nixon (CREEP). Dan pada kenyataannya, setelah peristiwa penyusupan penting itu, Nixon berhasil memenangkan kembali kursi presdien Amerika Serikat. Dua pencuri dan dua orang lain yang ikut serta dalam penyusupan divonis bersalah pada Januari 1973.

Namun banyak orang, termasuk hakim yang memimpin sidang itu, John  Sirica,menduga ada sebuah konspirasi yang menyentuh sejumlah pejabat tinggi di pemerintahan Nixon. Peristiwa itu berubah menjadi skandal yang lebih luas ketika salah seorang pencuri yang dihukum berat menulis kepada Hakim Sirica dan menyatakan ada upaya tutup mulut besar-besaran.

Senat pun meluncurkan penyelidikan yang melibatkan sejumlah tokoh politik besar, termasuk mantan Jaksa Agung John Mitchell dan Kepala Penasehat Gedung Putih, John Ehrlichman dan H.R.Haldeman. Orang-orang dekat yang diduga berhubungan dengan Nixon diperiksa. Rekaman kaset pembicaraan Nixon dari Gedung Putih, semua ditahan dan tidak diberikan kepada hakim.

Namun atas desakan publiki, Nixon mengalah dan menyerahkan rekaman tersebut pada April 1974. Anehnya, ada bagian penting yang ‘disembunyikan’ Nixon sehingga penyelidikan menjadi terhambat. Karena ada informasi sangat penting yang mengindikasikan keterlibatan Nixon dalam skandal Watergate. Tidak bisa mengelak lagi,akhirnya pada 5 Agustus 1974, Nixon menyerahkan 3 rekaman pembicaraan itu. Akhirnya terungkap bahwa Nixon mengetahui adanya upaya untuk menutup-nutupi skandal tidak lama setelah peristiwa Watergate dan ia mencoba menghentikan penyelidikan FBI terhadapkasus tersebut.

Nixon mengambil langkah cepat.Ia mengundurkan sebelum harus menanggung malu di persidangan. Mundurnya Nixon tercatat sebagai presiden pertama yang mengundurkan diri dalam sejarah politik Amerika Serikat.  Meski telah mundur dari kekuasaan, tampaknya Nixon masih memiliki pengaruh di pemerintahan baru pimpinan Gerard Ford. Ford memberikan pengampunan kepada Nixon sehingga dirinya terhindar dari hukuman.

Skandal Watergate tidak akan terungkap tanpa adanya peran penting sosok yang dijuluki Deep Throat. Manusia ini begitu misterius dan sangat menjaga saluran komunikasinya dengan Woodward, wartawan yang memmbongkar Watergate secara eksklusif. Ketika skandal itu terus terungkap, Deep Throat khawatir perannya dalam investigasi jurnalistik Woodward di Washingtong Post akan dibeberkan. Deep Throat diyakini menuntut agar dia dan Woodward berhenti berbicara via saluran telepon karena takut saluran teleponnya disadap.

Akhirnya, keduanya bertemu pada malam hari dalam sebuah garasi tempat parkir umum di Washington. Jika Woodward ingin bertemy Deep Throat, dirinya harus mengubah posisi pot bunga yang ada di jendela apartemennya. Bila Deep Throat ingin bertemu Woodward, dia melingkari halaman 20 koran New York Times yang diantarkan seorang tukang koran ke rumah Woodward.

Selama beberapa dekade, ada spekulasi mengenai identitas Deep Throat.Namun, hal itu hanya menambah misteri.banyak dugaan-dugaan mengalir ke berbagai pihak untuk membuka sosok yang secara tidak langsung berhasil menjatuhkan Presiden Nixon dari tampuk kekuasaannya. Namun akhirnya, setelah 30 tahun skandal Watergate, identitas Deep Throat terbuka ke publik. Sosok itu ternyata mantan Wakil Kepala FBI, Mark Felt. (samar/konspirasi dunia/berbagai sumber)

 

 

 

sam

No comment

Leave a Response