Menguak Tragedi Pembantaian 100 Ribu Muslim Bosnia Oleh Serbia

 

Matamatanews.com, JAKARTA—Data-data menunjukkan lebih dari seratus ribu umat muslim Bosnia dan etnis Albania tewas meregang nyawa selama perang dengan Serbia. Dua puluh ribu wanita muslim diperkosa dan ribuan anak-anak tak berdosa tak sempat menikmati hidupnya di dunia. Lalu, ratusan ribu lainnya kehilangan tempat tinggal dan menjadi pengungsi di negara-negara lain.

Lebih parah lagi, kesulitan hidup akibat pembantaian etnis muslim membuat banyak wanita Bosnia dan Albania diperdagangkan sebagai pelacur. Inilah potret kelam sejarah Balkan, yaitu bekas negara Yugoslavia yang terbelah oleh ambisi manusia haus darah bernama Slobodan Milosevic.

Nampak, urat paranoid memang sudah diwariskan laki-laki kelahiran 20 Agustus 1941 di Pozarevac, Yugoslavia ini. Ayahnya, calon imam tinggi gereja ortodoks, mati bunuh diri. Disusul kematian ibunya sepuluh tahun kemudian dengan cara yang sama dilakukan suaminya, bunuh diri.

Nuansa tragis penuh kegelapan inilah yang akhirnya menjadikan Slobodan Milosevic sebagai sosok ambisius dan sadis di kawasan Balkan.  Ia begitu kagum pada paham Marxis (sebuah paham yang mengikuti pandangan-pandangan Karl Marx.

Sejak itu pula, ia memiliki perilaku chauvinisme (paham yang mengagumi keungunggulan ras sendiri) yang mengurat akar dalam dirinya. Ia menolak nasionalis dan mengecam para pemuda Balkan yang mulai terpengaruh istem yang diembuskan Amerika Serikat waktu itu.

Kiprahnya di dunia politik dari menjadi anggota Partai Komunis pada 1953. Tetapi, ia belum total terjun ke dalam ranah panas itu. Tepat pada 1983, ia memutuskan meninggalkan karier cemerlangnya di Bank Beograd.

Tidak menunggu waktu lama, tahun 1984 ia terpilih menjadi Presiden Komite Kota Beograd dari Liga Komunis. Sepak terjangnya yang lebih berarti diperoleh ketika ia didukung bekas kawan kampusnya, Ivan Stambolic (yang telah berhasil menjadi presiden Serbia pada 1987) untuk menjadi Ketua Partai Komunis. Ibarat duri dalam daging, Milosevic mulai berambisi menjatuhkan orang yang telah membantunya.

Dilancarkanlah berbagai tuduhan pedas ke Stambolic yang membuatnya mundur dari jabatan presiden. Dan disinilah berbagai episode kelam bagi umat Muslim bermula,sejal Milosevic berhasil menjadi Presiden.

Episode Pembantian dan Pemerkosaan

Ambisinya untuk mencetuskan ‘Serbia raya’ memicu pergolakan yang berakhir pada pembersihan etnis atau genosida umat islam di Balkan. Di tengah-tengah kekisruhan politik di federasi Yugoslavia, paa 3 maret 1992.Bosnia-Herzegovina yang berpenduduk mayoritas muslim menyatakan keluar dari federasi Yugoslavia yang komunis dan mendeklarasikan kemerdekaannya. Milosevic murka.

Kepungan artileri berat di perbukitan wilayah Bosnia-Herzegovina membuat penduduk muslim tak berdaya. Diperkirakan seratus ribu orang tewas dan puluhan ribu wanita muslim Bosnia diperkosa secara brutal oleh serdadu Serbia. Mayat-mayat  bergelimpangan di jalan-jalan kota karena diberondong peluru dan dibombardir artileri Serbia. Situasinya bukan perang yang seimbang, lebih tepat disebut  Ladang Eksekusi Umat Islam !.

Dunia mulai mendengar teriakan penduduk Bosnia dan etnis Albania yang tak berdaya. Milosevic yang keras tak gentar dengan raungan mesin-mesin jet NATO di atas udara Balkan. Justru ia semakin garang untuk membantai semua umat Islam. Hal ini dibuktikannya dengan membantai sekitar delapan ribu masyarakat muslim tak bersenjata di Bosnia Timur. Tragedi ini pun dikenang dunia sebagai “Srebenica Massacre” atau Pembantaian Sebrenica.

Setelah lebih dari tiga bulan digempur pasukan NATO, Serbia menyerah. Tapi Milosevic masih bertahan di takhtanya. Gerakan penggulingan mulai bergulir. Dengan licik ia mengamandemen atau merevisi konstitusi agar dapat berkuasa lebih lama. Tetapi , rakyat tampaknya sudah muak.

Pada pemilihan presiden tahun 2000, ia dikalahkan Vojislav Kostinuca. Itu pun Milosevic masih bertahan tidak mau turun sehingga menimbulkan keguncangan di parlemen. Setelah Rusia turun tangan mendukung presiden terpilih, barulah Milosevic tak berdaya dan turun dari makhkotanya.

Pada tahun 2001, Milosevic pun ditangkap pemerintah Serbia yang baru dengan tuduhan penyalahgunaan kekuasaan dan korupsi. Oleh polisi Serbia, ia juga dituduh sebagai ‘ orang misterius’ di balik pembunuhan lawan politiknya, Vuk Draskovic dan bekas rekannya, Ivan Stambolic. Sementara di luar Serbia, dunia internasional sudah siap menbidiknya dengan tuduhan kejahatan kemanusiaan. Akhirnya, ia rela ditransfer ke Belanda untuk menerima vonis akibat pembantaian yang dilakukannya.

Transparancy International, sebuah organisasi internasional yang bertujuan memerangi korupsi mengganjarnya pada urutan ke lima penguasa terkorup di dunia dengan menggelapkan uang negara sebesar  US$ 1 miliar. Modus rahasia yang tidak diketahui orang hingga masa kejatuhannya adalah mengirimkan kapal-kapal bermuatan emas batangan ke Swiss untuk dijual.

Hal ini diakui petugas bea cukai Swiss yang mencatat pernah menerima kiriman emas dari Serbia dalam rentang waktu tahun 2000. Dan pada akhirnya sang penjagal Muslim Bosnia dan Albania, Slobodan Milosevic berhasil diseret ke penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (samar/konspirasi dunia/berbagai sumber)

 

 

 

 

 

sam

No comment

Leave a Response