Menteri Rusia Masuk Daftar Hitam Uni Eropa

 

Matamatanews.com, BRUSSELS – Jum’at (04/08/2017) Uni Eropa (UE) menjatuhkan sanksi terhadap tiga perusahaan Rusia serta Wakil Menteri Energi, Andrei Cherezov atas pengiriman turbin Siemens untuk Crimea yang menerobos wilayah Moskow.

Tindakan UE itu langsung mendapat kritik dari pihak Moskow yang menyatakan sanksi tersebut merupakan tindakan yang tidak ramah serta tidak berdasar. Moskow juga menyatakan memiliki hak untuk mengambil langkah-langkah pembalasan.

Sementara itu, pertama kali Rusia mendapat sanksi dari UE yakni setelah pihaknya mengambil alih militer pada 2014 silam di Semenanjung Laut Hitam dari Kiev. Langkah tersebut kembali dilakukan berulang-ulang terhadap Moskow yang didukung oleh separatis kerusuhan di Timur Ukraina.

Pengetatan sanksi pun dilakukan UE terkait pengiriman turbin gas Siemens ke Crimea, dan juga melarang melakukan bisnis sejak Rusia mengambil alih Semenanjung dari Ukraina yang belum diakui oleh dunia internasional.

Pihak Siemens menyatakan memiliki bukti bahwa pengiriman empat turbin tersebut untuk sebuah proyek di Rusia Selatan, dan dipindahkan ke Crimea secara ilegal.

Dalam sebuah pernyataan, Menteri Luar Negeri Rusia mengatakan, “Menanggapi pernyataan tersebut, serta biaya yang dikeluarkan untuk Siemens, perusahaan Jerman dan Eropa yang bekerja di Rusia, kebohongan sepenuhnya berada pada pihak Uni Eropa dan Pemerintah Jerman”. ujarnya.

Pihak Rusia sendiri menegaskan ketertarikannya untuk mengembangkan kerjasama di bidang ekonomi dengan blok, dan berkomitmen menjalankan semua kewajiban yang sebelumnya ditambahkan oleh Departemen.

Uni Eropa juga mengatakan perusahaan yang bermasalah, termasuk Siemens serta dua kontraktor Rusia yang bergerak dibidang turbin.

Sementara, oposisi Italia mengatakan, 28 negara yang tergabung dalam Uni Eropa harus melanjutkan sanksi dan sumber-sumber diplomatik dengan menghapus empat nama dari proposal Jerman.

Para Diplomat di Brussels menyatakan bahwa Departemen Energi Rusia resmi terlibat dalam kerjasama bilateral dengan Italia, dan melarikan diri sejak menjadi sanksi. Namun perwakilan Italia di Brussels tidak menanggapi pernyataan tersebut.

Sanksi UE untuk Rusia terfokus pada sektor energi, keuangan dan sektor militer. Tambahan sanksi tersebut melengkapi daftar hitam yang sebelumnya sudah terisi 150 orang dan 37 lainnya yang dibekukkan asetnya serta larangan melakukan perjalanan selama gejolak di Ukraina.

Lebih dari tiga tahun UE dan AS telah terkoordinasi dalam menerapkan sanksi, dan tidak memaksa Moskow untuk melakukan perubahan, yang telah bersumpah tidak akan pernah memberikan kembali Crimea, dan mendukung konflik bersenjata di Ukraina Timur yang menewaskan lebih dari 10.000 orang. [Did/Rts/Berbagai Sumber]

sam

No comment

Leave a Response