Merasa Kebal Hukum Pemalsu Tanda Tangan Keluarga Tomboy Masih Bebas Berkeliaran

 

Matamatanews.com, JAKARTA—Meski Pansus DPR RI telah menyatakan batal demi hukum dan mendesak  Presiden Joko Widodo untuk memerintahkan Badan Pertahanan Nasional (BPN) membatalkan sertifikat Hak Pakai No.450 atas nama Pemda NTT, namun hingga kini surat pembatalan tersebut belum juga dikeluarkan. Sejumlah kalangan mempertanyakan sikap BPN yang hingga kini belum mengeluarkan Surat Pembatalan Sertifikat Hak Pakai bernomor 450 atas nama Pemda NTT, meski Pansus DPR RI telah merekomendasikan membatalkannya demi hukum.

Bahkan Sekretariat Negara (Setneg) dengan surat nomor 8.1533/Setneg/II/2004 telah meminta Badan Pertahanan Nasional untuk melaksanakan pembatalan Sertifikat tanah Hak pakai tersebut dan dialihkan kepada ahli waris Leonard Tomboy, tapi hinggi kini BPN terus membungkam dan berdiam diri tidak melaksanakan perintah tersebut.

Demi tegaknya wibawa hukum dan tidak direcoki tangan-tangan kotor yang berniat merusak kekuasaan negara ini, Ferry berharap Presiden Joko Widodo turun dan membela rakyat kecil yang diperlakukan semena-mena oleh oknum pemerintah tersebut.

“Kami berharap Presiden turun tangan untuk membela rakyat kecil yang dizalimi secara semena-mena oleh oknum pemerintah ini sehingga wibawa hukum dan kekuasaan negara ini tidak seenaknya dipermainkan,” harap Ferry,serius.

Sementara itu anak Leonard Tomboy (alm), Ny.Sofia Baloe Tomboy juga meminta kepada pihak kepolisian dalam hal ini Mabes Polri untuk segera menangkap dan menahan Drs.Andreas Sinyo Langgoday yang telah dilaporkannya sebagai tersangka dengan dugaan memalsukan tanda tangan keluarga Tomboy. Dan meski telah dilaporkan ke Mabes Polri bahkan Badan Reserse Kriminal POLRI Direktorat Tindak Pidana Umum telah mengeluarkan Surat Dimulainya Penyidikan bernomor B/233/IX/2017/Ditipidum, tertanggal 29 September tahun 2017 lalu, namun hingga berita ini diturunkan tersangka masih bebas berkeliaran seakan kebal hukum dan memiliki dilindungi kekuatan besar dibelakangnya.

“Kami berharap pihak kepolisian memperhatikan  dan menindaklanjuti keinginan kami agar tersangka ditangkap dan ditahan sesuai dengan perbuatan yang dilakukan tersangka.Begitupun denganBPN, kami berharap lebih memperhatikan dan menindaklanjuti Rekomendasi DPR RI tersebut sehingga tanah milik keluarga Tomboy tidak  terus menerus diperjual belikan oleh orang-orang yang tidak berhak. Dan kami yakin pihak kepolisian mampu menangani perkara ini dan mengambil tindakan sesuai hukum yang berlaku demia tegaknya hukum di negara ini,” lanjut Ferry Nahak..

Kini diatas tanah milik keluarga Tomboy di Kelurahan Oebobo, Kupang Nusa Tenggara Timur telah berdiri bangunan Lippo Mall,RS Siloam,Internasional School, bahkan ada beberpa hotel dan Ruko. Selaku pemilik tanah, kata Ferry keluarga menuntut agar tanah-tanah tersebut dikembalikan kepada ahli warisnya yaoitu Leonar Tomboy , dan menunut berbagai bangunan yang ada diatas tanah tersebut secepatnya dibonglar. Selain itu bagi yang terlibat dalam transaksi atau penjualan tanah milik keluarga Tomboy , Ferry meminta agar mereka ditindak dan seret ke peradilan untuk mempertangungjawabkan perbuatannya.Dan perlu diketahui tanah milik Leonard Tomboy di Desa Oebobo di Kecamatan Kupang Selatan yang kini dipalsukan tandatangannya oleh tersangka  Drs.Andreas Sinyo Langoday adalah  seluas 21.140 M2 .

“Kami atas nama keluarga berharap agar tersangka ditangkap dan tahan,karena akibat perbuatan dan tindakannya itu telah merugikan banyak orang terutama keluarga Tomboy selaku pemilik.Selain itu sekali lagi kami juga berharap agar BPN memperhatikan rekomendasi DPR RI untuk mengeluarkan Surat Pembatalan Sertifikat  tanah Hak Pakai No.450 atas nama Pemda NTT. Kami tidak ingin ada kesan hukum dipermainkan dan tebang pilih,dan hanya  orang yang kuat dan berduit saja yang mendapat keadilan sementara rakyat kecil tidak,” imbuh Ferry . (cam)

 

 

 

 

sam

No comment

Leave a Response