Meski Box Office,Film Raees Diusulkan Dilarang Beredar di Gujarat

 

Matamatanews.com,JAKARTA—Meski Shah Rukh Khan menyangkal bahwa tokoh ‘Raees’ yang diperannya fiksi namun sejumlah kalangan parlemen di Gujarat terutama dari Vishwa Hindu Parishad (VHP) dan Shiv Sena  menyatakan bahwa film tersebut merupakan kisah nyata kehidupan Abdul Latief,penyelundup minuman yang menjadi politikus.Raees kurang pantas untuk di filmkan layaknya seorang pahlawan, kata ketua Vishwa Hindu Parishad,Ranchhod Bharwad.

Lebih jauh Ranchhod mengatakan sebenarnya banyak pribadi yang bisa diperankan oleh Shah Rukh Khan, lalu mengapa ia mau berperan sebagai Abdul Latief,seorang mafia sekaligus kriminal yang ditakuti. Meski Shah Rukh Khan membantak bahwa peran tersebut fiksi, namun semua orang tahu bahwa film ‘Raees’ berdasarkan kehidupan Abdul Latief. Tak hanya disitu, Ranchhod juga mengkritik SRK yang tetap memakai Mahira Khan, artis asal Pakistan meski sudah dilarang. Meski faktanya, sekembalinya ke Pakistan, Mahira menyatakan Anti-India.

Dan belum lama ini, saat promo film ‘Raees’, Shah Ruk Khan juga harus mempertanggung-jawabkan tewasnya seseorang di stasiun Vadodara. Meski Shah Ruk Khan (SRK) merasa menyesal dan sedih, namun  hal itu tetap dianggap sebagai kelalaian.Akibatnya, beberapa anggota VHP dan Bajrang Dal mulai meneriakan slogan anti-Raees di depan bioskop di Valsad (Gujarat), yang kemudian dibubarkan oleh polisi setempat.

Selain itu, Shiv Sena unit Gujarat juga telah meminta pemerintah BJP untuk menghentikan peredaran film ‘Raees’, yang menggambarkan Abdul Latief sebagai seorang pahlawan. Dikhawatirkan hal itu bisa mempengaruhi kehidupan sosial dan menganggap minuman keras dibolehkan.Bahkan dihari pertama ketika film ‘Raees’ diputar di Dombivli,sejumlah orang melakukan protes dan merusak poster film yang ada di bioskop tersebut. (samar)

sam

No comment

Leave a Response