MUI Banyumas Adakan Focus Group Discussion

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO—Bertempat di Gedung Pascasarjana Universitas  Jenderal Soedirman Purwokerto, Jawa  Tengah, Pimpinan Daerah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyumas mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema " Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah".  Acara tersebut dilaksanakan pada Kamis (13/9/2018) mulai pukul 14.00 sampai 17.00 WIB diikuti  20 orang peserta.

Diskusi ini dihadiri oleh Ketua MUI Kabupaten Banyumas KH. Chariri Shofa,  Ka Kemenag Banyumas  Drs. Imam Hidayat,  Kabag Sumda Polres Banyumas Kompol Mugiman, SH,  KBO Sat Intelkam Iptu Ratna Dwi Astuti,  Kodim 0701/Banyumas Kapt Muklis, SSos,  Kesbangpol Kab. Banyumas Abdullah,  Ketua PP2MK Region V Purwokerto Joko Paryono,  MGMP SMA Kab. Banyumas Slamet Riyadi,  MUI Kab. Banyumas Drs Ridwan, Bambang Agus Pramuka,  dan KH. Mugni Labib,  Ketua MGMP PAI SMK Banyumas Jamalusunur.

Dalam sambutannya Ketua MUI Banyumas KH Chariri Shofa mengatakan bahwa forum ini tercetus  pada saat sarasehan antara MUI Jateng dengan Pangdam dan Kapolda  Jawa Tengah beberapa waktu lalu.  Awalnya mengambil tema permasalahan terorisme dan radikalisme sasaran anak anak sekolah.  Pangdam dan Kapoldapun memerintahkan kepada MUI Jateng untuk segera menangkal dan membentengi radikalisme dan terorisme di sekolah.  Menurut Chariri Shofa forum ini telah ditindaklanjuti antara MUI bekerjasama dengan Forkompinda untuk segera melakukan pertemuan. 

" Penanganan radikalisme dan terorisme difokuskan di tingkat pendidikan SMA, tetapi tidak menutup kemungkinan diarahkan di tingkat SMP, " katanya.

Sementara itu Dosen STAIN Purwokerto DR. Suparjo mengatakan bahwa formula pembentukan karakter di sekolah harus dilaksanakan.  Dibutuhkan rumusan yang jelas agar mudah dicerna oleh siswa dan nantinya tidak membebani siswa sendiri.

Kabag Sumda Polres Banyumas Kompol Mugiman, SH menyampaikan bahwa pihak Polres sangat setuju diadakannya penguatan pendidikan karakter di sekolah. 

"Dalam proses belajar mengajar harus ada aturan yang tegas dan harus pula ditegakkan aturan itu oleh pendidik maupun siswa didiknya.  Pengawasan orang tua di rumah menjadikan siswa merasa nyaman. " Salah satu contoh kegiatan yang menunjukkan kedisiplinan adalah PBB,  nantinya siswa mempunyai intergritas, " imbuhnya.

Senada juga disampaikan Kapt Muklis, SSos dari Kodim 0701/ Banyumas.  Pihaknya sangat setuju dengan apa yang disampaikan pihak Kepolisian bahwa pentingnya kedisiplinan di sekolah akan meminimalisir tindakan negatif siswa. 

"Pentingnya kerjasama antara sekolah dengan pihak terkait akan berdampak menguatnya 5 karakter yaitu nilai karakter,  nasionalisme,  intergritas,  mandiri, dan gotong royong, " katanya.  Perlu adanya keteladanan dari pendidik dan nantinya berpengaruh terhadap penguatan pendidikan karakter di sekolah.

KBO Sat Intelkam Iptu Ratna Dwi Astuti menyampaikan bahwa penguatan pendidikan karakter anak dimulai dari lingkungan keluarga.  Apabila keluarga harmonis dan sehat maka sehat pula pergaulan anak di lingkungannya.

" Pendidik/guru harus bisa merubah mindset,  harus menjadi contoh dan tauladan yang tidak hanya mementingkan nilai akademis tapi harus bisa mengapresiasi perjuangan seorang siswa.

Ka Kemenag Banyumas juga menyampaikan bahwa kita sepakat pendidikan karakter merupakan hal yang sangat penting.  Bahkan telah diatur dalam Perpres No 87 tahun 2017 tentang penguatan karakter di Indonesia.  Perlunya buku saku khusus berisi pendidikan karakter serta konsep yang jelas agar mudah dipahami siswa sendiri.  Kemenag telah menindaklanjuti perpres tersebut dengan menerbitkan surat  edaran kaitannya dengan implementasi penguatan di Madrasah salah satunya dengan membiasakan menyanyikan lagu Indonesia Raya,  memasang lambang negara,  berdoa sebelum dan sesudah belajar serta kantin kejujuran.

Dari kegiatan Focus Group Discussion tersebut diharapkan menjadi inisiator penguatan karakter,  eksekutornya pihak sekolah dan MUI sebagai pengawas  dan evaluasi. (jaka, hendro)

 

 

sam

No comment

Leave a Response