Negara OKI Bentuk Badan Resolusi Konflik

 

Matamatanews.com, UZBEKISTAN – Rabu (19/10/2016) dalam Konferensi Tingkat Menteri (KTM) di Uzbekistan, para menteri luar negeri negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) sepakati badan resolusi konflik atau Contact Group on Peace and Conflik Resolution (CG-PCR).

Pembentukan CG-PCR dilakukan sebagai upaya bersama menghadapi permasalahan yang sedang menjadi perhatian negara anggota OKI, seperti memerangi radikalisme, ekstrimisme dan terorisme. Hal ini diungkap Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir.

“ Melalui CG-PCR diharapkan juga dapat memberi masukan dan solusi terhadap berbagai konflik yang sedang dihadapi berbagai negara OKI, baik konflik dalam negeri suatu negara maupun antar negara,” ungkap Arrmanatha melalui keterangan tertulis, Selasa (19/10/2016).

Ia juga menuturkan Pembentukan mekanisme resolusi konflik ini merupakan yang pertama atas inisiatif negara anggota OKI. CG-PCR merupakan gagasan Presiden Joko Widodo yang diusulkan pada pertemuan informal di sela-sela Konferensi Asia-Afrika pada 2015 lalu.

Indonesia harus meyakinkan 55 negara anggota OKI lain bahwa CG-PCR bukan hanya dijadikan sebuah forum, tapi juga dapat memberikan solusi yang bersifat fungsional dan konkret.

“ CG-PCR perlu dimanfaatkan sebagai forum untuk berbagai pengalaman, strategi serta pengetahuan dalam mencari solusi bersama bagi berbagai tantangan yang dihadapi umat muslim,” ujar Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi.

Menurut Arrmanatha, guna memastikan forum ini ke depannya dapat fokus pada penanganan konflik. Negara anggota bersama sekretariat OKI akan melakukan pembahasan lebih lanjut mengenai mekanisme dan format pertemuan CG-PCR.

KTM OKI juga telah mengesahkan 114 resolusi lain terkait isu – isu yang menjadi perhatian bersama seperti situasi konflik di berbagai negara anggota OKI. Diantaranya konflik Suriah, Irak, Afganistan, Somalia, Yaman serta upaya memerangi terorisme, radikalisme dan upaya membantu minoritas Muslim di berbagai negara non-anggota OKI. (Adith/Berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response