OKI Kutuk Keputusan Moldova Pindahkan Kedutaannya dari Israel ke Jerusalem

 

Matamatanews.com, JEDDAH—Organisasi Kerjasama Islam (OKI) seperti laporkan Kantor Berita WAFA mengutuk keputusan Moldova untuk memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Jerusalem.Selain itu, OKI juga mendesak para pejabat negara-negara Eropa Timur untuk membatalkan keputusan Moldova untuk memindahkan kedutaan besarnya ke Jerusalem.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Kamis (15/6/2019) lalu yang dikutip kantor Berita  Palestina WAFA, organisasi yang beranggotakan 57 negara itu menyerukan kepada pemerintah Moldova untuk “membalikkan keputusan ini dan menghormati kewajiban hukum dan politiknya berdasarkan hukum dan resolusi internasional”.

Mereka mendesak Moldova untuk mengambil posisi yang mendukung peluang membangun perdamaian berdasarkan solusi dua negara, dan promosi keamanan serta stabilitas di kawasan Timur Tengah maupun di seluruh dunia.

"Langkah ilegal ini merupakan pelanggaran Dewan Keamanan dan resolusi Majelis Umum PBB tentang Yerusalem, yang menegaskan penolakan terhadap tindakan apa pun yang akan merugikan situasi historis, hukum, dan politik kota Yerusalem yang diduduki," kata OKI.

Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan Kementerian Luar Negeri Palestina, dalam dua pernyataan terpisah pun mengutuk keputusan Moldova, dan menggambarkannya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional.Dalam sebuah pernyataan, Hanan Ashrawi, anggota Komite Eksekutif PLO menyatakan, bahwa Moldova harus diperlakukan sebagai ‘negara nakal’ karena terlibat dalam kejahatan Israel.(cam)

sam

No comment

Leave a Response