Pakistan Beli 30 Helikopter Penyerang Turki

Matamatanews.com, ANKARA—Pemerintah Turki dan Pakistan secara resmi telah menandatangani kesepakatan terkait penjualan 30 helikopter  penyerang tipe  T129 ATAK  buatan Turki.Dalam pernyataan yang dikeluarkan Kementerian Industri Pertahanan, Perusahaan Aviasi dan Industri Luar Negeri  Angkasa Turki (TUSAS) menyebutkan bahwa kesepakatan dengan Kementerian Produksi Alat Pertahanan Pakistan sudah mencapai final.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada  13 Juli 2018 lalu juga menyebutkan, bahwa ekspor tunggal  ini merupakan sejarah bagi industri pertahanan Turki.Sejumlah sumber yang dikutip Reuters menyebutkan, nilai kesepakatan itu berkisar US$ 1,5 miliar atau 1,14 miliar pound. Selain penjualan 30 unit helikopter, TUSAS juga menyepakati penyediaan kebutuhan logistik, suku cadang, pelatihan, dan amunisi kepada militer Pakistan.

Helikopter T129 ATAK sengaja dirancang untuk beroperasi di daerah dan geografi beriklim ekstrim, di desain dalam dua tipe dengan dukungan udara yang dekat dengan fitur misi multi tugas T129 ATAK dan mampu melakukan misi diketingginggian dengan artileri berat.

Helikopter T129 ATAK juga  dilengkapi 76 roket untuk dukungan udara dan persenjataan perang elektronik canggih menggunakan rudal anti tank “Mizrak” dan sistem peluru kendali laser yang disebut “Cirit” yang juga diproduksi secara lokal di Turki.Untuk  menjual T129 ke Pakistan  ternyata Turki telah melakukan lobi sejak tahun 2014 lalu untuk mengganti armad AH-1F yang telah kadaluarsa.

Sementara itu , belum lama ini Turki juga memenangkan tender untuk pengadaan empat korvet untuk Angkatan Laut Pakistan. “Tender yang dibuka oleh  Angkatan Laut Pakistan untuk memasok empat korvet baru, dan Turki telah memenangkan tender tersebut,”kata Menteri Pertahanan Nurettin Canikli kepada wartawan selama kunjungan resminya ke Montenegro pada 5 Juli lalu tanpa memberikan rincian keuangan tentang perjanjian tersebut.

Seperti diketahui Turki telah menandatangani nota kesepakatan untuk menghasilkan empat korvet di bawah proyek MILGEM pada Mei  2017 lalu untuk Pakistan. Mengingat negoasiasi telah dilangsungkan selama enam bulan, Canikli juga mengatakan bahwa para pihak memutuskan untuk membangun dua korvet di Galangan Kapal Istanbul , dan dua lainnya di pelabuhan Karachi selatan Pakistan. (bar/hurriyet daily news/aa)

sam

No comment

Leave a Response