Pegiata anti Korupsi Pertanyakan Kasus Dana Aspirasi Jeneponto Senilai Rp 23 Miliar

 

Matamatanews.com,JENEPONTO—Sejumlah pegiat antikorupsi mempertanyakan kelanjutan kasus korupsi dana Aspirasi Jeneponto tahun  2013 senilai Rp 23 miliar. Sejauh ini menurut mereka, penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan baru baru menetapkan satu orang tersangka yaitu Ketua Komisi III DPRD Kabupaten jeneponto, Andi Mappatunru,pada 23 Maret lalu. Tapi sejumlah sumber di Kejaksaan menyebutkan,dalam waktu dekat penyidik akan menyeret pejabat elit pemerinta di Kabupaten jeneponto,terutama dari kalangan anggota DPRD setempat.

Dalam kasus tersebut diduga kuat adanya keterlibatan pejabat di lingkungan Kabapaten Jeneponto, dan ditemukan tandatangan Bupati Jeneponto Iksan Iskandar  yang disinyalir turut memberi persetujuan ketika ia masih menjabat sebagai  Sekretaris Daerah Jeneponto.

Selain itu, indikasi lainnya yakni menyalahi prosedur, dari pengusulan anggaran, persetujuan, hingga penggunaan anggaran dari bukti ini, pemeriksaan mulai mengarah kepada pihak lain yang turut terlibat di dalamnya.

Penyidik sudah memeriksa kesaksian sejumlah pihak yang terkait secara teknis diantaranya Kepala Bidang Otoritas Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Jeneponto, Djaya Wana dan Ahmad Fauzy Kepala Seksi Perbendaharaan Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Jeneponto.

“Jaksa takut periksa pak Bupati (Iskan Iskandar)? Kami minta kejelasan kasus tersebut karena sejauh ini jalan ditempat. Bahkan, penyidik belum memeriksa pejabat terkait termasuk Bupati Jeneponto (Iksan Iskandar). Jangan-jangan ada main hukum dalam kasus ini,” tegas Hamka Jarot aktivis yang juga Ketua Dewan Rakyat Antikorupsi (DERAK) Kamis (7/7/2016) lalu.

Sementara itu, Koordinator Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sulsel, Noor Adi menegaskan kasus tersebut masih terus ditelusuri siapa saja yang terlibat. “Kasus itu masih jalan tidak dihentikan. Semua yang mengetahui akan dipanggil untuk memberikan keterangan (termasuk Bupati),”tegasnya. (Liputan8.com/berbagai sumber/Wawas)

 

sam

No comment

Leave a Response