Pembuat Pokemon Go di Tuntut ke Pengadilan

 

Matamatanews.com, DEN HAAG – Banyak pihak yang merasa dirugikan semenjak permainan Pokemon Go dirilis di beberapa negara. Saat ini pemerintah Belanda akan menuntut sejumlah warga AS pembuat Pokemon Go ke pengadilan. Sebelumnya, Pemerintah Belanda telah meminta perusahaan itu untuk  mencegah penggemar permainan itu menyerbu pantai-pantai dilindungi. Namun pihak perusahaan tidak dapat memenuhi keinginan Pemerintah Belanda.

Sejak permainan itu dirilis di Belanda, ribuan penggemar berkumpul di pantai Kijkduin di sebelah selatan kota Den Haag. Hal ini memicu kekhawatiran Pemerintah Belanda akan rusaknya pasir pantai yang selama ini dilindungi. Pihak terkait mengatakan "Pemerintah kini akan melarang hewan-hewan virtual kecil itu di kawasan yang dilindungi dan di jalanan mulai pukul 23.00 hingga 07.00."

Kasus ini akan mulai disidangkan di sebuah pengadilan di Den Haag pada 11 Oktober mendatang. "Kijkduin akan tetap menjadi tempat menarik bagi para pemburu Pokemon, tetapi kami akan membatasi masalah bagi warga dan kerusakan kawasan dilindungi di sana," lanjut pemerintah.

Pemerintah Belanda sudah menghubungi perusahaan pembuat permainan ini “Niantic” sejak pertengahan Agustus, tetapi tidak berhasil. "Kami tak punya pilihan lain selain maju ke pengadilan," ujar Pemerintah Belanda. Hal serupa juga dialami pemerintah negara Jepang dan Jerman, monster-monster Pokemon Go bertebaran di monumen peringatan bom atom Hiroshima, Jepang dan monumen Holocaust Berlin. Di kedua tempat ini monster-monster Pokemon sudah disingkirkan, sementara di Polandia, bekas kamp konsentrasi Auschwitz-Birkenau yang kini menjadi museum juga meminta agar monster-monster Pokemon dihilangkan dari tempat itu. [Did/Berbagai Sumber]

sam

No comment

Leave a Response