Pemerintah Semakin Agresif Berantas Rokok Tanpa Cukai

 

 

Matamatanews.com,JAKARTA---Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (DJBC Kemenkeu) semakin gencar melakukan pemeriksaan dan penutupan pabrik rokok yang tidak mematuhi aturan dan tidak menyetor cukai hasil tembakau (CHT) ke kas negara. Berkat pengawasan administrasi maupun fisik yang dilakukan otoritas cukai, jumlah pabrik rokok di Indonesia dalam kurun waktu dua tahun mengalami penurunan yang sangat signifikan.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi mengatakan “Pada tahun 2007 jumlah pabrik rokok ada 4.669, kemudian tahun ini menjadi 754 pabrik, hal ini disebabkan karena kami cukup ketat dalam memberikan izin pendirian pabrik rokok dan banyak melakukan penutupan pabrik-pabrik yang tidak patuh”.

Selain itu, ia menegaskan otoritas cukai akan berkomitmen akan terus melakukan penertiban dalam rangka meningkatkan kepatuhan dan menekan peredaran rokok ilegal, serta melakukan pengawasan terhadap pabrik rokok dan peredaran hasil produksinya di masyarakat.

Target penerimaan negara dari CHT tidak akan terbantu dengan adanya pabrik-pabrik rokok ilegal, sehingga penutupan pabrik yang melanggar undang-undang akan terus dilakukan, meskipun jumlah pabrik rokok mengalami penurunan yang sangat signifikan yakni sebesar 83,85 persen dalam kurun waktu 9 tahun terakhir.

Ketua Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri) Ismanu Soemiran menghargai fungsi pengawasan dan penindakan yang dijalankan DJBC terkait industri rokok. Ia menambahkan “Gappri siap mendukung upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam pembinaan industri hasil tembakau”. (atep/berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response