Penjualan Senjata Amerika Serikat Tahun 2018 Capai US$ 55,6 Miliar

 

Matamatanews.com, WASHINGTON Penjualan senjata Amerika Serikat (AS) ke luar negeri sepanjang 2018 telah mencapai US$ 55,6 miliar atau sekitar Rp 835 triliun. Angka tersebut meningkat 33% dibandingkan penjualan senjata AS pada 2017.

Pernyataan itu, disampaikan Direktur Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan, Charles Hooper, dalam Konferensi Asosiasi Militer Amerika Serikat (Association of United States Army/AUSA) 2018, di Washington, Selasa (8/10).

Menurut Hooper, peningkatan penjualan senjata AS sebesar 33% pada tahun ini, dipicu kebijakan Presiden AS, Donald Trump, yang memberi lampu hijau kepada Badan Pertahanan (Pentagon) dan Departemen Luar Negeri untuk menjual lebih banyak senjata ke luar negeri.

“Penjualan senilai US$ 55 miliar merupajan transaksi tertutup dan akan terus bertambah karena produksi (senjata) terus ditingkatkan,” kata Hooper.

Pada April 2018, Presiden Trump mengeluarkan kebijakan penjualan senjata baru yang memotong birokrasi agar dapat dipercepat. Selain itu, para diplomat AS juga diminta melakukan segala upaya untuk mendorong pemerintah asing membeli senjata AS.

Kebijakan tersebut, telah memompa penjualan senjata AS dan meningkatkan pekerjaan manufaktur senjata domestik. Pentagon menyebut kebijakan tersebut telah membuat AS memproklamirkan kembali kemampuan senjata AS di dunia.

“Tidak pernah ada kerja sama yang lebih baik antara industri dan interagensi seperti ini. Dalam pengalaman saya selama ini, tidak pernah ada waktu di mana ada banyak penyelarasan dan kerja sama antara Kongres, Gedung Putih, Pentagon dan Departemen Luar Negeri untuk kebijakan seperti ini,” kata Hooper.

Dia mengungkapkan, penjualan enjata AS akan terus bertambah karena ada 14.556 permintaan senjata dari pihak asing yang sedang dikerjakan oleh DSCA, yang masih terbuka dalam negosiasi. Permintaan itu mencakup suku cadang pesawat tempur dan persenjataan canggih.

Wakil Sekretaris AUSA, Ann Cataldo, mengatakan bahwa kebijakan baru yang dibuat administrasi Trump telah memotong pita merah yang menghambat penjualan senjata AS selama ini. “Apa yang kita dapatkan saat ini adalah hasil nyata di mana kita membuat sistem bisnis (penjualan senjata, Red) bekerja lebih baik,” ujarnya.

Meski penjualan senjata AS sepanjang 2018 meningkat sebesar 33%, namun hal itu belum memecahkan rekor. Penjualan senjata tertinggi AS terjadi pada 2012 saat pemerintahan Presiden Barack Obama, yang menghasilkan penjualan senilai US$ 69,1 miliar atau sekitar Rp 1.036 triliun. [cam/SP/Breaking Defence.com)

 

sam

No comment

Leave a Response