Perusahan Penagih Hutang Pakai Jasa Preman

 

Matamatanews.com, PALEMBANG—Seiring melemahnya pendapatan perkapita belakangan ini membuat perputaran uang melemah sehingga tidak jarang masyarakat berurusan dengan para penagih hutang  yang berlindung di bawah perusahan penagih hutang yang bekerja sama dengan para penyandang dana alias lising 

"Ulah penagih hutang ini terkadang melebihi rampok jalanan apalagi dalam tim perusahan itu adanya oknum aparat.Mereka berani memaksa dengan akan melakukan kekerasan dan  meneror jika unit kendaraan yang akan mereka ambil belum tercapai "ujar Herli warga Kebunbungga km 9 Palembang (12/111dirumahnya

"Guna memudahkan operasinya kawanan itu  disamping mereka menggunakan oknum aparat mereka juga mengunakaan jasa mobil derek yang abal abal, yang belakangan ini marak tumbuh dikota Palembang, untuk menderek kendaraan yang pemiliknya enggan memberikan konci kontak kendaraanya"kata Herli 

"Saya berharap kepada pihak kepolisian dapat melakukan pengawasan terhadap anggotanya  yang menjadi beking perusahan penagih hutang atau menjadi juru sita  jalanan  yang setiap hari memburu mangsa dengan mengunakan para preman .Sementara  kepada pemerintah kota Palembang atau Pemprov Sumsel dapat menertibkan mobil mobil derek yang diduga abal abal "tambah Herli

Terpisah Feri mengatakan bahwa dirinya beberapa waktu  lalu sempat berurusan dengan pihak perusahaan yang mengaku bekerjasana dengan lising dimana dia membeli mobil secara angsuran. “Mereka memaksa  mengambil mobil saya dengan mendereknya , yang anehnya panarikan mobil saya itu dihadapan orang yang mengaku dari kepolisian yang mengamankan situasi agar jangan ada keributan,”jelas  Herli.

"Mobil saya akan diambil secara paksa oleh para preman yang didampingi oleh oknum anggota yang mengaku hanya mengamankan situasi agar tidak terjadi keributan. Yang menjadi pertanyaan saya kehadiran oknum anggota itu dalihnya oknum itu mengku dapat telepon dari warga sementara oknum tersebut mengaku dari anggota salah satu sektor kepolisian lain bukan dari wilayah tempat kejadian perkara, " tegas Feri

“Saya berharap pada pihak kepolisian dapat menindak perusahan yang menyediakan jasa penagih hutang dan menertibkan mobil mobil derek yang di duga ilegal tersebut,” harap Herli mengakhiri. (ibrahim)

 

sam

No comment

Leave a Response