Petugas Keamanan Bandara Menjadi Pengedar Narkoba

 

Matamatanews.com, MAROS – Sabtu (17/9/2016), Satuan Res Narkoba Polres Maros mengamankan seorang petugas keamanan (Security) Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) warga desa Marummpa Kec. Marusu, Kab. Maros,Sulawesi Selatan. Sukri alias Soddi (29), diamankan Satuan Reskrim Narkoba Polres Maros karena kepemilikan dan dicurigai sebagai pengedar sabu didaerah Maros.

Kasat Res Narkoba Ajun Komisaris Polisi (AKP) Hendra Suryanto kepada matamatanews.com mengatakan penangkapan berawal dari informasi Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan yang mengatakan target operasi orang yang diduga pengedar narkoba jenis sabu tersebut merupakan warga Maros. "Penangkapan kita lakukan setelah mendapatkan informasi dari polda yang memberikan data diri orang yang sudah menjadi target operasi," ujarnya.

Hendra melanjutkan, Sukri (29) dibekuk dikediamannya disekitar bandara lama tanpa ada perlawanan. Pihaknya berhasil mengamankan barang bukti diduga sabu sebanyak 7 saset plastik bening berisi serbuk kristal, 32 saset kosong, 1 buah timbangan digital merk Camry warna hitam, 1 buah pirex kaca. " Selain mengamankan barang yang memperkuat bahwa tersangka diduga pengedar, kami juga mengamankan 1 buah korek api gas, 1 buah handphone samsung kecil warna putih, 1 buah handphone blackberry torch warna putih, 1 batang potongan pipet bening sebagai sendok, 1 buah tas warna hitam,  dan 1 unit motor yamaha jupiter warna hitam," ungkapnya.

Hendra juga menambahkan dari hasil pengembangan penangkapan Sukri, anggotanya langsung mengamankan seorang yang diduga pemasok barang yang merupakan warga kampung Sapiria Makassar. "Setelah kami melakukan pengembangan, kami berhasil mendapatkan Sukardi (25) yang disergap didaerah gelanggang kapal kota Makassar sekitar pukul 23.45," ujarnya.

Dalam operasi penangkapan tersebut, pihak kepolisian berhasil menangkap tangan sukardi yang dicurigai sebagai pengedar sabu bersama barang bukti 2 saset pelastik bening berisi serbuk kristal diduga sabu, timbangan digital 1 unit 1 buah handphone Samsung lipat warna putih, 1 unit motor honda beat warna putih.

Penangkapan dilakukan setelah berhasil memancing sukardi, kita menyuruh tersangka pertama untuk memesan kembali barang tersebut lalu penyergapanpun kita lalukan, diatas kendaraan bermotor. Tersangka sempat membuang satu barang bukti dipinggir jalan dan satunya lagi didalam bagasi motornya," bebernya.

Kedua tersangka itu diancam dengan Pasal 114 ayat 1 undang-undang Narkotika dengan hukuman sedikitnya dua puluh tahun penjara. Pihak kepolisian akan terus melakukan pengembangan tersebut, diketahui kasus narkoba dan daftar obat “G” diwilayah hukum Polres Maros sudah mencapai 35 kasus yang berhasil diungkapkan. "Barang bukti sabu beserta sampel urine kedua tersangka kami sudah kirimkan ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabrofor) Polda Sulawesi Selatan, sementara para tersangka diamankan di Mapolres Maros,"tegasnya. [JP/DH]

sam

No comment

Leave a Response