PM Najib Razak Terseret Skandal US$3 Miliar Dana 1 MDB

 

Matamatanews.com—Malaysia-Perdana Menteri Malaysia Najib Razak terseret skandal pembayaran sebesar US$ 3 miliar yang diambil dari dana 1 MDB, perusahaan negara yang yang tengah sekarat dan mengalir ke Aabar Investments PJS Ltd. Dari hasil penyelidikan parlemen Malaysia, Kamis (7/4/2016) , menunjukkan  bahwa perusahaan negara 1 Malaysia Development Berhad (1 MDB), perusahaan investasi negara yang didirikan Najib Razak telah melakukan pembayaran mencurigakan sekitar US$ 3 miliar atau hampir Rp 40 triliun ke luar negeri.

Guna membuktikan kebenaran pembayaran mencurigakan tersebut, kini parlemen mendesak pihak berwajib untuk segera menyelidiki dengan meminta keterangan dari mantan CEO 1 MDB .Komite Akuntabilitas Publik (PAC) dalama laporannnya menyebutkan, bahwa pembayaran US$ 3 miliar itu diambil dari dana milik perusahaan negara yang tengah berdarah-darah. Dana tersebut mengalir ke Aabar Investment PJS Ltd.

Kucuran dana itu memantik kecurigaan adanya kelemahan manajemen dalam perusahaan. “PAC berpendapat mantan CEO 1 MDB,Sharol Azral Ibrahim Halmi, harus bertanggung jawab atas pelanggaran dan kelemahan manajemen ini,”, demikian isi laporan setebal 106 halaman itu.“Oleh karena itu, aparat penegak hukum diminta untuk menginvestigasi shahrol Azral Ibrahim Hilmi dan siapa saja  yang terkait dengan masalah ini,” lanjut laporan ini. Shahrol sendiri adalah CEO 1 MDB 2009 hingga 2013.” Memang sudah sepatutnya kasus ini ditelisik secata detil sehingga semua yang terkait dengan maasalah ini bisa diminta pertanggungjawabannya. Karena aliran dana yang keluar cukup tinggi dan bombastis nilainya,” jelas sumber Matamatanews.com di Kuala Lumpur via selular, pagi tadi.

Posisi PM Najib Razak kini sebagai dewan penasihat perusahaan, dan sejak  kasus skandal ini diungkap ke permukaan Najib lebih memilih diam. Sejauh ini ,baik Najib maupun manajemen telah membantah telah melakukan  tindakan melawan hukum. Bahkan dalam pernyataannya, najib menegaskan akan bertindak berdasarkan rekemendasi laporan tersebut. “Kami harus memastikan bahwa pelajaran telah diperoleh, dan tindakan akan dilakukan jika adaa bukti kesalahan,” tegasny, tetapi menolak menjelaskan soal pembayaran mencurigakan tersebut. Dewan direksi 1 MDB melalui pernyataanya menegaskan bahwa semua pengeluaran dana lembaga itu telah dipertanggungjawabkan sepenuhnya.

Mereka menegaskan seluruh direksi akan mengundurkan diri sesuai rekomendasi komite tersebut. Dalam beberapa bulan terakhir ini, memang Najib terlihat jatuh bangun menepis tudingan telah terlibat skandal korupsi dan mencuri miliaran dolar uang perusahaan itu. Najib dituding meneriman aliran dana dari 1 MDB dan aliran dana misterius sekitar US$ 681 juta ke rekening pribadinya dari luar negeri. Berbagai kritik menyebutkan 1 MDB telah melakukan penggelapan dana secara besar-besaran yang membentang dari Timur Tengah hingga Cayman, termasuk membiayai sejumlah proyek pembangunan di Malaysia, dan dana kampanye.Otoritas di Swiss, Amerika Serikat, Singapura, dan Hongkong saat ini tengah menyelidiki aliran dana tersebut ke sejumlah negara yang dianggap terkait dengan 1 MDB. Benarkah Najib Razak terlibat skandal pembayaran sebesar US$ 3 miliar dari 1 MDB? Entahlah, hanya Tuhan dan dia yang tahu. (Thomas/MI/Sam)

sam

No comment

Leave a Response