Polisi Belanda Tangkap 2 Pria Yang akan Menjual 12 Miliar Kata Sandi

 

Matamatanews.com, DENHAAG—Jum’at 17/1/2020) kemarin, dua pria asal Irlandia Utara yang dicurigai akan menjual sekitar 12 miliar kata sandi melalui situs webonline diamankan pihak kepolisian Belanda, demikian dilaporkan salah satu harian terkemuka Turki, Daily Sabah, kemarin.

Unit kejahatan cyber Belanda yang bekerjasama dengan Badan Kejahatan Nasional Inggris, FBI, dan polisi Jerman  menggerebek  rumah di ujung jalan di kota Arnhem, Belanda Timur, milik pria berusia 22 tahun.Tersangka kedua, yang juga berusia 22 tahun, ditangkap di Irlandia Utara, kata polisi Belanda dalam pernyataannya.

Dalam penggerebekan di Ernhem, polisi menemukan peralatan profesional yang dimungkinkan untuk dijual dalam layanan yang ditawarkan tersangka melalui situs web.”Kami membocorkan informasi,” kata polisi.Seorang agen khusus menambahkan, bahwa tersangka asal Belanda “terlibat dalam kepemilikan dan menawarkan nama pengguna dan kata sandi yang diretas dan memainkan peran fasilitas dalam hal kejahatan dunia maya.”

Ketika dilakukan pencari oleh pihak kantor berita AFP pada Jum’at (17/1/2020) kemarin, situs web tersebut menafikan dan menyatakan,” Domain telah disita” oleh FBI bersama dengan lembaga penegak hukum Eropa lainnya.Polisi Belanda menolak memberikan informasi lebih lanjut, mengatakan penyelidikan sedang berlangsung.WeLeakInfo.com diduga menawarkan akses tak terbatas ke semua informasi di situsnya seharga $ 2 sehari atau $ 25 sebulan, kata penyiar publik NOS.

Informasi tersebut adalah kumpulan bocoran dan kata sandi yang dicuri dari situs web dan aplikasi populer seperti LinkedIn dan MyFitnessPal.
"Secara teori, Anda dapat mencari ratusan atau bahkan ribuan kata sandi yang bocor untuk mencoba dan mendapatkan akses ke email orang, media sosial mereka dan akun lainnya," kata NOS.
Polisi Belanda dan Inggris pada tahun 2018 memimpin operasi di mana mereka menutup situs web yang terhubung dengan lebih dari 4 juta serangan dunia maya di seluruh dunia.(bar)

redaksi

No comment

Leave a Response