Pria Penyerang Dua Tentara Kontrak Rusia di Tajikistan Ditahan

 

Matamatanews.com, DUSHANBE—Seorang warga kota Bokhtar Tajikistan yang menyerang dua prajurit pangkalan militer Rusia dikabarkan telah ditahan dan tengah dilakukan penyelidikan, demikian diungkapkan Juru Bicara untuk Kementerian Dalam Negeri negara bagian Asia Tengah Umardjon Emomail seperti dilaporkan kantor berita Rusia TASS, Minggu (22/9/2019) kemarin.

"Seorang warga setempat, yang dituduh melukai dua prajurit Rusia dari pangkalan militer Rusia ke-201, yang terletak di Bokhtar, di wilayah Khatlon, telah ditahan dan sedang diselidiki," kata jurubicara itu.

Juru bicara menambahkan, bahwa tersangka adalah penderita gangguan mental yang sebelumnya terdaftar di klinik mental setempat. Menurut distrik militer pusat, dua tentara kontrak Rusia dari pangkalan militer Rusia ke-201 itu terluka akibat diserang oleh seorang pria lokal pada 21 September.

Tersangka penyerang menderita gangguan mental dan sebelumnya terdaftar di klinik mental setempat, kata jurubicara itu.Kini Komando pangkalan sedang menyelidiki insiden tersebut bersama para badan penegak hukum setempat. Prajurit yang terluka tersebut kini dikirim ke rumah sakit di Dushanbe, dan mereka dalam kondisi memuaskan tanpa adanya tekanan maupun ancaman.

Pangkalan militer 201 di Tajikistan adalah fasilitas militer terbesar Rusia yang berada di perbatasan, pasukan militer ini Rusia dikerahkan di dua kota, Dushanbe dan Bokhtar (Qurgonteppa). Hal itu dilakukan berdasarkan perjanjian yang ditandatangani pada Oktober 2012, dimana pangkalan militer Rusia akan ditempatkan di Tajikistan hingga 2042 mendatang.(bar)

redaksi

No comment

Leave a Response